WeLCome 2 My ZoNe

You are Mine..!!

Part 1

Apalah arti diriku bagi dirinya? Itulah pertanyaan yang seringku pertanyakan setiap saat ketika aku melihat atau mengingatnya.

Hari ini adalah awal dari semester baru di tahun ajaran baru. Yaa..! aku adalah murid kelas 3 di SMA Seoul. Pagi ini aku sedang menuju aula sekolah untuk acara penyambutan murid baru di SMA ini.

“Hai So Eun..!” sapa temanku Park Shin Hye dari belakang. “Hai Shin Hye..!” sapaku. “Bagaimana liburanmu?” tanyanya. “Biasa saja..! aku hanya di rumah saja sepanjang liburan ini..!” jawabku sekedarnya. “Oh ya..?! Nggak bosen di rumah aja..?” tanyanya lagi. “Di rumah lebih menyenangkan. Aku banyak belajar memasak dari ibuku. Persiapan buat jadi istri dan ibu rumah tangga hehehehe..!!” jelasku sambil bercanda. “Apa kau mau menikah muda?” tanyanya serius. “Kalau aku sudah menemukan soulmateku, kenapa tidak..?! jawabku serius. “Jangan berkhayal..! cewek jelek dan membosankan sepertimu tidak akan cepat menikah..! Yaaahh.. menurutku sech kau akan menikah di umur 40 tahunan, itupun karena di jodohkan.. hehehhe…!!”  hinanya sambil tertawa. Tidak hanya dia bahkan teman-temannyapun ikut menertawaiku. “Jangan seenaknya menghinaku..!” batinku berteriak. Namun, apa daya mulutku terkunci rapat untuk mengeluarkan kalimat itu. “Kau bawakan? Nanti antarkan ke kelasku..!” perintahnya dan aku hanya mengiyakan dengan mengangguk. Lalu dia dan rombongannyapun berlalu menuju aula.

“Sampai kapan kau akan ditindas dia terus. Mentang-mentang Kim Bum ketua OSIS dan orang yang paling berkuasa di sekolah ini, kau kan tidak harus menuruti dia terus..!” kesal Shin Hye sambil menceramahiku. “Sudahlah kita ke aula saja..! Kalo terlambat nanti di ceramahi Kepsek..!” ajakku. Acara penyambutan murid baru di SMA ini berjalan dengan lancar. Ada juga perkenalan beberapa guru baru yang mulai mengajar di tahun ajaran baru ini. Kemudian pembagian kelas untuk siswa. Untunglah aku sekelas lagi dengan Shin Hye di kelas 3.1 dan Kim Bum di 3.2. Jam pelajaran pertama adalah kimia. Aku sangat suka kimia. Aku sudah begitu bersemangat menuju labor.

Namun, ketika melewati kelas Kim Bum, dia yang berdiri di depan pintu menarik rambutku. “Aduuhh…!! Ada apa?” tanyaku. “Ikat rambutmu..! jangan sampai rambut rontokmu berjatuhan di koridor sekolah. Menganggu kebersihan tahu..! Pakai juga kacamatamu!” perintahnya seraya menghinaku lagi. Tadi di kelas rambutku diacak-acak temanku karena kami bahagia bisa sekelas lagi dan aku berniat merapikannya di toilet. Aku mengikat rambutku di depannya dan kembali berjalan menuju labor. Di labor, guru baru pak Kim Hyung Joong telah menanti kami. Dia sangat ramah dan materi yang disampaikannya begitu mudah di pelajari. Kami begitu senang mendapatkan guru baru yang masih muda dan energik seperti pak Kim Hyung Joong. Tidak terasa bel waktu istirahatpun telah berbunyi dan kamipun kembali ke kelas. Dikelas aku mulai membuka tasku dan mengeluarkan dua kotak makananku. Sementara aku keluar membawa satu kotak makanan, teman-temanku ada yang menuju kantin dan ada yang makan di dalam kelas bersama teman-teman lainnya. “So Eun.. kau mau ke kelasnya lagi..?” tanya temanku dan aku mengiyakan dengan mengangguk. Sesampainya di depan pintu masuk kelas 3.2 aku menarik nafas dalam-dalam lalu berjalan memasuki kelas tersebut. Aku melihatnya sedang duduk di pojok kelas dekat jendela dan kuyakini itu adalah tempat duduknya karena dari tahun ke tahun dia memang suka duduk di dekat jendela. “Dia tidak berubah..!” batinku. Aku mendatanginya yang sedang duduk di kelilingi gadis-gadis yang mengikutinya selama ini dan tidak lupa teman-teman cowok yang lebih terlihat seperti bodyguardna. “Ini bekalmu..!” ucapku seraya menyerahkan kotak makanan yang kugenggam erat dari tadi. “Ayo duduk..!” ucapnya sambil memberi isyarat agar aku duduk di kursi yang ada di depannya. “Aku sedang terburu-buru..!” alasanku karena tidak mungkin aku duduk di kursi yang nyata-nyatanya telah di duduki pacarnya, Goo Hye Sun. Sampai sekarang aku tak habis pikir mengapa gadis semanis dan sefeminimnya bisa jadian dengan Si Tukang Buat Onar. “Ayo silahkan duduk Kim So Eun..!” katanya seraya memberikan tempat duduknya padaku dan dia pindah ke sebelah Kim Bum. Mau tak mau akupun harus duduk di situ. “Buka..!” perintah Kim Bum menyuruhku untuk membuka kotak makanan itu. “Ini..!!” ucapku sambil menyerahkan kotak yang sudah kubuka itu. “Suapin!” katanya dengan tampang polos sambil mendekatkan wajahnya kearahku. “Mwo?” ucapku kaget karena dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. “Jangan membuatku mengulangi kata yang sama..!” ucapnya kesal. “Mianhae..! aku masih ada urusan..!” ucapku sambil berlari meninggalkannya. Aku terduduk di kursiku berusaha mencerna apa yang barusan terjadi. Mengapa dia berkata seperti itu? Apa dia sedang sakit atau sudah gila? Bagaimana mungkin dia dapat berkata seperti itu di depan teman-temannya dan di depan pacarnya pula? Permainan apa ini? Begitu banyak pertanyaan yang berputar di kepalaku. “Hei.. hei.. kau kenapa? Kim So Eun? Kim So Eun?” teriak Shin Hye yang berusaha menyadarkanku dari dunia pertanyaanku. “Aaahh.. aahh.. Shin Hye..!!” kagetku. “Kau kenapa?” tanyanya. “Aku.. tidak apa-apa..! kau sudah makan?” tanyaku mengalihkan pertanyaan. “Aku menunggumu dari tadi tahu..!” ucapnya kesal. “Ne..ne.. mian..!! kalau gitu ayo kita makan ntar keburu masuk lagi..!” bujukku. Sepulang sekolah seperti biasa dia dan teman-temannya nongkrong di depan gerbang sekolah. Ketika aku berjalan keluar gerbang pak Kim Hyung Joong memanggilku. “Kim So Eun..! apa kau ada waktu..!?” tanyanya.

“Ooh.. Pak Kim Hyung Joong, ada pak. Ada apa ya pak?” tanyaku balik. “Bisa bantu saya membawakan peralatan kimia ke labor..!” pintanya. “Bisa pak..!” ucapku sambil mengangguk lalu mengikuti ke mobilnya. Dari parkiran mobil ini aku bisa melihat kalau Kim Bum memperhatikanku. “Tolong bawa ini ya..!” ucap pak Kim seraya mengeluarkan beberapa bungkusan plastik hitam dari bagasi mobilnya. Setelah tangan kami penuh dengan bungkusan plastik kami berjalan menuju labor kimia. Setelah sampai akupun membantu pak Kim membereskan bungkusan-bungkusan itu dan menata peralatan kimia. “Waahh.. akhirnya selesai, terima kasih ya Kim So Eun..!” ucapnya lembut. “Sama-sama pak, kalau begitu saya permisi dulu..!” ucapku pamit. “Tunggu..! ini terimalah, anggap saja sebagai ucapan terima kasihku..!” ucapnya sambil menyerahkan sekaleng minuman dingin kepadaku. “Waahh.. terima kasih ya pak, kalau begitu saya pulang dulu..!” pamitku. Semenjak itu aku selalu dimintai tolong oleh pak Kim untuk membantunya mengurus labor dan hal-hal yang berhubungan dengan pelajaran kimia. Aku sudah seperti asistennya dan kuakui kami begitu dekat dan akrab. Pada saat aku dan Shin Hye makan bekal kami, aku dikejutkan oleh pertanyaan Shin Hye. “So Eun ada apa antara kau dan pak Kim?” tanyanya. “Ada apa apanya?” tanyaku balik. “Bekal buatanmu!” ucapnya. “Kenapa dengan bekal makanan buatanku?” tanyaku tidak mengerti. “Kau sekarang setiap hari membawa tiga kotak makanan, satu untukmu, untuk Kim Bum dan satu lagi untuk pak Kim, betulkan?” tanyanya. “Ooh.. itu maksudnya. Begini loh Shin Hye yang cantik, manis dan lucu..!” ucapku, namun dipotongnya. “Jangan memujiku, jelaskan saja ada apa antara kau dan pak Kim..!” ucapnya serius. “Baiklah.. baiklah..!! Bisa dibilang aku hanya membantunya. Diakan tinggal sendirian dan setiap hari dia hanya makan makanan instant dan roti. Lagipula kau tahukan aku sangat suka bila ada orang yang memakan masakku dengan lahapnya.” jelasku. “Apa hanya itu saja? Memangnya kau tidak tertarik padanya. Pak Kim itukan populer dikalangan siswi-siswi. Lagian dia juga cakep dan keren, masa’ kau tidak tertarik..!” selidiknya. “Tidak Shin Hye..!” ucapku lembut. Saat bel pulang sekolah berbunyi Kim Bum sudah menungguku di depan pintu kelasku. “Kita pulang bersama!” perintahnya. “Apa? Tapi aku..” ucapku, namun belum sempat aku melanjutkan kata-kataku dia sudah menarik tanganku dan bergegas menuju lapangan parkir. “Ayo..!” perintahnya. “Kim So Eun..! kau mau kemana?” tanya pak Kim yang berpapasan dengan kami di koridor sekolah. “Aku..” jelasku namun dipotong Kim Bum. “Dia pulang bersamaku. Ayo..!” ucap Kim Bum lalu menarikku. “Maafkan saya..!” hanya itu yang bisa kuucapkan sambil berlalu meninggalkan pak Kim. Kim Bum mengantarku pulang dengan motornya. Sesampainya di depan rumahku. “Mulai hari ini setiap pulang sekolah aku akan mengantarmu..!” ucapnya sambil menyerahkan kotak makanan padaku lalu pergi begitu saja tanpa mendengarkan pendapatku. Aku dan Kim Bum bertetangga, rumahnya hanya berjarak satu blok dari rumahku dan kami sudah saling mengenal sejak TK. Dari dulu sampai sekarang aku selalu satu sekolah dengannya. Kenapa selama ini aku selalu menuruti kata-katanya adalah karena aku miliknya. Esok harinya sebagai permintaan maaf karena kemarin tidak bisa membantu pak Kim pada jam istirahat aku menemuinya sambil membawa bekal makanan kami berdua. Di labor setelah merapikan sedikit peralatan yang sudah dipakai kamipun makan. “So Eun boleh aku bertanya?”  ucapnya setelah meneguk minuman kaleng. “Silahkan pak..!” jawabku. “Kuperhatikan kau dan Kim Bum begitu akrab, apa kalian pacaran?” tanyanya. “Uuhhuukk.. huuukkk…! Kenapa.. aahhh kami.. bukan pak..!” ucapku gelagapan karena kaget. “Minum dulu..!” ucapnya sambil menyodorkan minuman kepadaku. “Bapak salah sangka kami hanya berteman sejak kecil. Lagipula dia sudah punya pacar, Goo Hye Sun yang sekelas dengannya.” jelasku. “Kalau dia sudah punya pacar kenapa selalu kau yang membuatkan bekal makanannya? Apa kau tidak memikirkan perasaan pacarnya? Pacarnya pasti sangat cemburu denganmu!” tanya pak Kim panjang lebar. “Aku sudah membuatkannya bekal sejak kami kelas 6 SD, sejak aku belajar memasak. Soal pacarnya, aku juga merasa tidak enak dengannya. Tapi mau gimana lagi Kim Bum pernah sangat marah padaku karena aku tidak membuatkan bekal untuknya. Lagipula orangtuanya sibuk kerja, ibunya mana sempat membuatkan bekal untuknya karena itu aku yang bertanggungjawab akan bekal makanannya.” jelasku panjang lebar pada pak Kim lebih tepatnya curhat sech. “Meskipun sebagai teman semasa kecil dia tidak berhak memperlakukanmu seenaknya. Aku tahu selama ini dia selalu menghinamu, lalu kenapa sampai sekarang kau masih menuruti perintahnya?” tanyanya lebih lanjut. “Itu karena aku miliknya.!” jawabku polos. “Apaa..? kau.. apa kau sadar dengan perkataanmu barusan?” ucapnya kaget sampai-sampai minuman kalengnya tumpah dan membasahi lantai. Lalu akupun mengambil kain lap dan membersihkannya. “Kim Bum yang bilang begitu pak.!” ucapku seadanya sambil mengelap lantai yang basah itu. “Apaa?” kegetnya sembari membantuku. “Iya pak..! Kim Bum yang bilang sendiri saat kami masih kelas 6 SD..!” ucapku menyakinkannya. “Hehehehehe… ku kira apa hehehehe..!!” ucapnya sambil tertawa. “Kenapa pak..!” tanyaku. “Tidak apa-apa..!! lalu selama ini apa tanggapan pacarmu tentang hubunganmu dan Kim Bum..!” tanyanya lagi. “Aku belum pernah pacaran..!” jawabku. “Masa’ belum punya..? gadis manis dan cantik sepertimu belum punya pacar..!” tanyanya. “Manis dan cantik, aku? mana mungkin..!” ucapku kaget. “Iya.. manis dan cantik..!” ucap pak Kim Hyung Joong berbisik di telingaku sembari melepas ikatan rambutku. “Kau harus lebih percaya diri Kim So Eun..!” bisiknya sambil melepas kacamataku. Tanpa kami sadari ternyata.. “Sedang apa kau di situ?” teriaknya.

“Suara itu.. Kim Bum..!” ucapku kaget dan refleks berdiri. Meskipun pandanganku kabur dan tidak bisa melihatnya dengan jelas tapi kutahu dengan pasti kalau itu suaranya. “Apa kau tidak dengar bel istirahat sudah selesai?” tanyanya dengan nada sinis. “Aahh.. iya..! Pak Kim aku harus segera kembali ke kelas, kacamataku..?” tanyaku. “Iya.. ini.. nah.. sudah..!” ucapnya sambil memasangkan kacamataku.

“Aaahh.. terima kasih..!” ucapku kaget. “Ayo..!!” ucap Kim Bum sambil menarik tanganku. “Hei.. tunggu.. Kim Bum.. sakit..!!” rintihku saat kami melewati koridor kelas. Namun, Kim Bum tidak melepaskan genggamannya. “Kim Bum kau salah arah..! Kita mau kemana..?” tanyaku karena Kim Bum tidak mengarah kembali ke kelas. Akhirnya kami tiba di atap sekolah dan dia melepaskan genggamannya. Wajahnya terlihat menyeramkan, sepertinya dia marah. “Kim Bum..!” panggilku. “Jangan pernah menemuinya lagi..! PAHAM..?” ucapnya. “Kenapa aku tidak boleh menemui pak Kim lagi? Dia baik padaku, tidak ada alasan buat aku menjauhinya.” jelasku. “Kalau aku bilang tidak boleh ya tidak boleh. Apa kau lupa kalau kau itu milikku.. atau kau mau aku mengingatkanmu lagi..!” ucapnya sambil membuka seragamnya. Dipunggungnya terlihat jelas luka itu. Luka yang selama 6 tahun ini menjadikan aku miliknya. Luka yang di dapatnya karena menyelamatkan nyawaku. “Apa masih sakit?” tanyaku sambil menyentuh parutan luka akibat sabetan pisau saat dia menyelamatkanku dari penjahat yang mencoba menculik kami ketika kami masih kecil. “Ne..!” jawabnya. “Maafkan aku..!” ucapku lirih. Sejak itu aku mengambil jarak dengan pak Kim. Pak Kim pun heran dengan perubahan sikapku. Pernah dia menanyai soal itu dan aku menjawab apa adanya. Ku menceritakan semuanya pada pak Kim supaya dia tidak salah paham dengan prubahan sikapku itu. “Sampai kapan kau akan terus berhutang budi seperti itu?” itulah pertanyaan pak Kim yang selalu menghantuiku belakangan ini. Aku binggung, aku tidak tahu mesti bagaimana. Di tengah kebinggunganku itu tiba-tiba Goo Hye Sun menghampiriku yang sedang berjalan dikoridor. “Kim So Eun..! bisa kita bicara sebentar..?” tanyanya. “Bisa..!” jawabku. Lalu kamipun menuju halaman belakang sekolah. “Kim So Eun..! bisakah kau menjauhi Kim Bum..!” ucapnya tiba-tiba dengan raut muka sedih dan senyum yang di paksakan.

“Aku tahu kau dan dia sudah berteman sejak lama tapi bisakah kau memberiku sedikit ruang untuk bisa bersamanya. Kau membuatkannya bekal setiap hari, aku tidak menyalahkanmu meskipun hatiku sakit melihat pacarku memakan bekal buatan gadis lain di depan ku karena kau temannya sejak kecil. Tapi sekarang kau dan dia hampir selalu bersama. Saat pulang sekolah kami tidak bisa berkencan karena dia harus mengantarkanmu pulang. Saat kami berkencan dia selalu mencemaskanmu dan meneleponmu. Kau pikir bagaimana perasaanku? Aku tersiksa dengan semua ini. Kami pacaran tapi tidak seperti orang berpacaran.” jelasnya sambil menangis dan berteriak. Aku tidak tahu harus berkata apa aku hanya bisa mengucapkan kata, “Maafkan aku..!”. Setelah memikirkannya sampai kepalaku pusing dan ingin meledak, malam harinya aku datang kerumah Kim Bum. “Paman dan bibi mana?” tanyaku. “Pergi keluar kota. Tumben kesini malam-malam, ada apa?” tanyanya. “Apa kau sudah makan malam?” tanyaku. “Sudah, aku makan mie instant tadi..!” jawabnya. “Kalau begitu ini?” ucapku sambil menyerahkan kotak bekal. “Makanlah..! makan mie terus tidak baik bagi kesehatanmu.!” nasehatku. “Tumben..?” selidiknya. “Sudahlah kau makan saja, aku ambilkan air buatmu..!” ucapku sambil menuju kulkas di dapurnya. Sambil dia makan aku memperhatikannya dengan seksama. Bulu mata yang panjang, hidungnya yang mancung, bibirnya yang semakin memerah karena masakan yang masih panas, jari tangan yang panjang dan lentik.

“Kenapa melihatku begitu?” ucapnya membangunkan lamunanku. “Aah.. tidak apa-apa. Kau semakin dewasa ya..!” ucapku polos. “Mwo?” kagetnya. “Kita bukan anak-anak lagi..!” ucapku. “Kim Bum..! mulai besok aku tidak akan membuatkanmu bekal lagi dan kau juga tidak perlu mengantarku pulang sekolah.” ucapku. “Mwo? Apa kau lupa kalau kau itu milikku?” tanyanya. “Sampai kapan aku akan menjadi milikmu?” tanyaku. “Apaa..? tentu saja selamanya.!” ucapnya. “Lalu bagaimana dengan Goo Hye Sun, apa kau tidak pernah memikirkan perasaannya? Dia pacarmu dan dia tersiksa dengan kehadiranku disisimu. Mulai sekarang mintalah dia yang membuatkanmu bekal dan berkecanlah sepulang sekolah bersamanya. Kau tidak usah mempedulikanku lagi..!” jelasku. “Apa kau marah padaku karena aku selalu menghinamu? selalu menyiksamu? Apa karena itu?” tanyanya membabi buta sambil mendekatiku. “Bukan..!” jawabku. “Apa karena aku melarangmu menemui si Kim guru sialan itu..!” teriaknya sambil menyudutkanku ke tembok. “Aniyo.. bukan karena itu.!” jawabku takut karena tatapan matanya. “Apanya yang bukan..! kau senang disentuh olehnya? Kau ingin disentuh olehnya lagi?” ucapnya sambil membelai rambut dan pipiku. “Apa ini yang kau inginkan?” tanyanya sambil mencengkram daguku dengan tangan kanannya. “Aaahhkk.. Kim Bum sakit..! lepaskan aku..!” rintihku. “Apa saja yang telah kalian lakukan di labor?” tanyanya padaku “Sakit.. Kim Bum lepaskan aku.. lepaaassskan!” rontahku sambil memukulnya. “Jawab saja pertanyaanku..!” perintahnya. “Kami tidak melakukan apapun.. sungguh..!” jelasku dan aku juga tidak mengerti kenapa harus menjelaskan soal ini padanya. “Lalu kenapa kau ingin pergi dariku? Kenapa?” teriakannya sungguh menyedihkan. “Kim Bum, kita sudah kelas 3. Sebentar lagi kita akan lulus sekolah dan melanjutkan kuliah. Kita sudah bukan anak-anak lagi yang akan selalu bersama. Masing-masing dari kita mempunyai kehidupan masing-masing. Aku ingin melanjutkan sekolahku ke London, menggapai impianku.” penjelasanku cukup membuatnya shock sehingga dia melepaskan cengkramannya. “Kim Bum.. kau akan baik-baik saja tanpaku. Kau punya Goo Hye Sun yang sangat mencintaimu. Aku yakin kau tidak akan kesepian, Goo Hye Sun akan selalu menurutimu. Terima kasih karena selama ini sudah menjagaku, sahabat yang selalu menemaniku suka dan duka. Terima kasih Bum..!” akupun memeluknya.

“Sahabat ya..? padahal kupikir aku adalah tuanmu.. hehehe..!” candanya namun nadanya terlihat sedih. “Kau akan pergi jauh meninggalkanku, kau pikir kau bisa lepas dariku? Ingat ya Kim So Eun selamanya kau akan tetap jadi milikku. Kau harus ingat itu. Mau pergi kemanapun kau itu milikku..!” ucapnya penuh egois. “Iya.. terima kasih Bum..! ucapku sambil melepaskan pelukannya.

TBC

Omona.. apa yang terjadi nie.. So Eun mw k London..!! ♥-♥ Trz Kim Bum gmn dunk..!! Apakah Kim Bum akan mnghntikn So Eun ato melepasnya prg..?? Bagi yg kpendekn..!! maaf ya..! sabar aja dulu. Ntr d postingin lagi koq..!! Tunggu aja part slnjtna..!! hehehehehe…!!! Jgn lupa tinggalin jejak pembaca y,, !! ♥-♥-♥

11 responses

  1. Sary aj0w

    Waaaa very laiiiiiik thiz…ehehe…auth0r kw slalu sukses mengged0r ged0r hatiku…mantap dah my bum jd bad b0y…lanjuud ma ff yg laen2,aQ bkal jd reader setia mu..wakaka

    29/03/2011 pukul 12:20 am

    • hahahha… gomawo y sary…🙂🙂

      29/03/2011 pukul 12:51 pm

  2. pucha

    annyeeeoongggg author,,,

    reader baru nieh,,salam kenal😀

    huaaaaaaaa seru2,,ngk sabar sama lanjutanya *untung udah di post lanjutannya —>>author emang tau maunya reader kekekek *pijitin authornya

    wuaaaaa kim bum aneh yah,,
    sok2 galak and jahat ma soeun padahal sbenarnya cinta mati tuh hehehehe

    yo wis udh ngk sabar mo lanjut baca next partnya ^^
    gomawo
    _bow_

    29/03/2011 pukul 4:24 pm

    • annyeong..🙂 slm kenal jg pucha..🙂
      hehehhe… iy dech..🙂
      gomawo jg y pucha…🙂🙂

      30/03/2011 pukul 2:54 am

  3. Bummiearab

    Eon..
    Ini super duper daebakkk !!!
    Aku suka nie ff.
    Aku suka cranya kim bum memperlakukan so’eun..

    23/07/2011 pukul 7:36 pm

  4. djkyussoloverz

    wah cingu kereeeeeeeeeeeeeen bgt dh ff nya ampe mw ulg ulg truz bca x heeeee……heeeeeeee seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu>>>>>>……………..!!!!!!!!!!!!!!

    11/10/2011 pukul 12:18 pm

  5. audrey

    annyeong! wahhhh ka andik makin keren aja nih ff nya…..lanjut ya kaa:)))

    09/03/2012 pukul 1:57 pm

  6. qindae

    Aahhh bagus thor😀
    Si sso kan emg milik kimbum begitu jg sebaliknya . Hihihihi
    Lanjut thor😀

    04/01/2013 pukul 10:15 am

  7. kim bum protective karena ada maunya tuuuhhhh … yakin deh klo bum suka sama so eun. nah klo kim joong gmn ya? apa mungkin punya perasaan juga sama so eun?? hmmm …. klo so eun k london, apa mungkin bum bakal ikut nyusul juga ke sana???

    17/02/2013 pukul 10:10 pm

  8. edogawa kim suju

    omonaaa !!…. ceritanya ..
    awalnya ak pikir kim bum rada jahat gtu,,
    tpi,ternyta baikk.. good good.. gk tega liat so eun disakiti..
    ck, udhlah kim bum ngaku aja kalau suka ma so eun..

    authooorr..
    ceritanya keren, ak skaaa…
    #gak tau mau nulis apa lgi, ceritanya emang bagus n menarik
    okay, next part..

    23/03/2013 pukul 6:51 pm

  9. Kim Ra rA

    OMO!!!! Author KEREEeEEEEEEEEEEN.
    Gokil abizzz ni Cerita, walau kim bum suka menghina so eun tapi dia bener2 overprotectif banget sama Sso, sampe2 dia berani sama Guru, dan kayanya hyung joong juga suka sama Sso,
    pengen cepet2 ke part 2 see you

    08/07/2013 pukul 1:47 pm

Jangan lupa komennya..!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s