WeLCome 2 My ZoNe

You are Mine..!! (ending)

“Kau akan pergi jauh meninggalkanku, kau pikir kau bisa lepas dariku? Ingat ya Kim So Eun selamanya kau akan tetap jadi milikku. Kau harus ingat itu. Mau pergi kemanapun kau itu milikku..!” ucapnya penuh egois.

“Iya.. terima kasih Bum..! ucapku sambil melepaskan pelukannya.

Sejak saat itu aku tidak pernah ngobrol lagi dengannya. Disekolah kami hanya saling mengangguk bila bertemu. Sampai saat upacara kelulusanpun kami tidak saling mengobrol. Yang kuingat darinya adalah ekspresinya saat pidato kelulusan, ekspresinya terlihat tenang dan mempesona semua orang dengan pidatonya.

“Teman-teman seperjuangan, selama tiga tahun bersekolah di SMA Seoul kita telah mengukir berbagai macam kenangan, baik itu kenangan menyenangkan maupun menyakitkan. Selama tiga tahun ini kita melewati masa remaja kita, mendapat banyak teman, sahabat, pacar dan juga pengalaman hidup untuk memasuki dunia orang dewasa. Ya..! dunia orang dewasa..! dunia yang telah menunggu kita di depan mata. Mungkin ada sebagian dari kita yang akan melanjutkan sekolahnya di bangku kuliah dan ada juga yang langsung bekerja. Namun, bagaimanapun juga inilah masa-masa terakhir kita menikmati kehidupan sebagai remaja. Untuk itu saya mewakili siswa kelas 3 berterima kasih kepada pihak sekolah, baik itu Kepala Sekolah, guru-guru dan para staf sekolah yang telah mengajari dan menuntun kami supaya menjadi manusia yang lebih baik. Saya dan teman-teman juga meminta maaf yang sebesar-besarnya bila selama 3 tahun ini kami sering bertindak yang membuat pihak sekolah kewalahan dengan kelakuan kami. Teman-teman seperjuangan, upacara kelulusan ini saya harap bukanlah upacara perpisahan kita, karena saya yakin suatu saat kita pasti bertemu lagi. Kita pasti bertemu lagi.”

Kejadian 7 tahun yang lalu itu masih tergambar jelas diingatanku. Di usiaku yang ke 25 tahun ini aku telah mencapai impianku yaitu menjadi dosen kimia. Hari ini aku kembali ke Korea Selatan. Pihak Universitas Seoul memintaku menjadi dosen kimia disana. Tentu saja aku menerimanya karena pertimbangan khusus, yaitu orangtuaku. Terus terang saja jadi dosen di London gajinya lebih besar dibanding Korsel. Namun, bujukan orangtuaku yang sedikit memaksa telah membuatku kembali ke rumah. Kota Seoul telah banyak berubah, buktinya saja selama perjalanan dari bandara menuju rumahku saja sudah banyak toko-toko baru yang dibangun. Jalanan di kompleks rumahku juga sudah berubah, tamannya sudah lebih bagus, rumah-rumah yang bertipe klasik sudah berubah menjadi lebih modern. Bagaimana dengan rumah Kim Bum ya? Sejak menginjakkan kaki di bandara pikiranku sudah menuju padanya. Bagaimana kabarnya ya? Namun, lamunanku berhenti saat ayahku memarkirkan mobilnya di depan rumah kami. Ternyata rumahku juga sudah banyak berubah selama 7 tahun belakangan ini.

Acara kangen-kangenan pada orangtuakupun membuatku cukup terharu. Setelah itu akupun berkeliling rumah dan akhirnya memasuki kamarku. Letak perabotan dikamarku masih sama seperti dulu.

“Huuuaahh… capenya..! Ayah dan ibu ternyata tidak merenovasi kamarku, semuanya masih sama seperti dulu. Kangennya..!!” ucapku sambil melihat-lihat kamarku dan membaringkan diriku ketempat tidur. “Tapi ayolah aku buka anak remaja lagi..! kertas dinding yang lucu-lucu ini harus diganti..!” ucapku sambil berbaring melihat dinding kamarku.

Dua hari setelah kepulanganku aku sudah mulai mengajar di Universitas Seoul. Kesibukan mengurus surat ini dan itu membuatku lupa mengunjungi teman-teman lamaku. Sore ini aku berencana menyapa keluarga Kim Bum di rumahnya. Ayah dan ibuku bilang paman dan bibi tidak menerima tugas keluar kota lagi karena faktor umur. Jadi sekarang mereka lebih banyak di rumah dan ternyata benar, orangtua Kim Bum ada di rumah.

“Annyeong haseyo paman.. bibi..!!” sapaku.

“Annyeong haseyo..! kau.. So Eun kah..!?” sapa ibunya Kim Bum.

“Ne.. bibi..! Apa kabar?” jawabku.

“So Eun..!! kau sudah besar ya..!! Aku dengar dari orangtuamu kau sudah menjadi dosen ya..!! Hebat..!!” puji paman.

“Sudah lama tidak bertemu..! Bibi dan paman sehat-sehat saja..! Waahh kau semakin cantik, pasti kau telah banyak membuat lelaki patah hati. Iyakan..?” canda bibi.

“Aahh bibi bisa saja.” ucapku malu.

Ditengah-tengah perbincangan kami, terdengar suara..

“Kakek.. nenek.. Bum-Bum datang..!!” ucap anak kecil yang berlari kearah paman dan bibi.

“Bum-bum..!! cucu nenek..!!” ucap bibi sambil mencium anak itu.

“Bum-bum!! Ayo beri salam sama tamu kakek..!”

“Aahh iya..! Annyeong haseyo bibi..! aku Kim Min Bum 4 tahun..!” sapanya sambil memperkenalkan dirinya.

“Annyeong haseyo Bum-Bum..! nama bibi Kim So Eun..! salam kenal ya..!” ucapku lembut dan diapun mengangguk.

“Ayah.. ibu.. kami datang..!” terdengar salam dari suara yang kukenal. Suaranya masih sama seperti dulu hanya sekarang lebih berat dan terkesan berwibawa. “So Eun..! Kim So Eun!?” tanyanya.

“Annyeong haseyo Kim Bum! Goo Hye Sun!” sapaku ketika melihat mereka berdua. Sepertinya mereka kaget melihatku, akupun begitu. Tapi tidak sekaget waktu aku mendengar tentang pernikahan mereka dari orangtuaku ketika makan malam pertamaku di rumah. Ya.. aku sudah tahu mereka sudah menikah dan diberkahi seorang anak lelaki.

“So Eun kau makan malam disini ya..?” ajak bibi.

“Paman juga ingin mendengar ceritamu soal London..!” ucap paman.

“Baiklah paman.. bibi..!!” ucapku sambil mengangguk.

Dapur dan ruang makan di rumah Paman dan Bibi terbuka luas, jadi membuatku nyaman untuk bercerita sambil membantu bibi memasak. Aku banyak bercerita tentang London dan kehidupanku disana. Obrolan kamipun berlanjut di meja makan dan sepertinya paman dan bibi berniat berlibur ke London. Kim Bum yang sedari tadi diam tidak berbicara satu katapun, dia hanya mendengarkan obrolan kami. Berbeda dengan Goo Hye Sun yang ikut nimbrung dalam obrolan itu. Ketika aku akan pulang, Kim Bum mengatakan kalau dia akan mengantarkanku sekalian pulang kerumah mereka. Kim Bum dan keluarga barunya memang tidak tinggal bersama paman dan bibi. Tapi tentu saja aku menolaknya. “Tidak usah repot, cuma satu blok. Lagipula aku ingin melepaskan rindu dengan berjalan disekitar rumah.” Akupun berjalan menelusuri jalan menuju rumahku.

Beberapa hari kemudian ketika aku melihat-lihat perabotan di toko interior aku bertemu dengan Kim Bum. “Hai..!” sapanya.

“Oh.. hai..! sedang mencari apa?” tanyaku. “Perabotan untuk kamar anakku..! kau?” jawabnya. “Mencari kertas dinding dan beberapa perabotan untuk kamarku..!” jawabku. Alhasil kami berbelanja bersama, saling memberi saran mengenai perabotan yang kami pilih. “Sungguh menyenangkan..!” pikirku. “Setelah ini bagaimana kalo kita makan..!? laper..!” katanya. “Oke..!” jawabku.

Di salah satu restoran yang terdapat di pusat perbelanjaan Seoul.

“So Eun..?” panggilnya.

“Hhhmm..!” jawabku sambil mengunyah makananku

“Sudah punya pacar?” tanyanya.

“Huukkss.. huukkss..!!” ku tersedak lalu langsung meminum air putih yang ada disamping piringku. “Apa..? Kenapa kau..? huukkss..!” ucapku.

“Cuma ingin tahu..! jadi..?” lanjutnya sambil memakan makanannya.

“Apanya?” tanyaku.

“Sudah punya pacar atau belum?” tanyanya.

“Belum..!” jawabku.

“Kenapa?” tanyanya.

“Well..! you know..! aku belum menemukan soulmateku. Kalau aku sudah menemukannya aku tidak akan melepaskannya..!” jawabku.

“Dari mana kau tahu kalau dia adalah soulmatemu?” tanyanya lagi.

“Bagaimana kau tahu kalau Goo Hye Sun adalah soulmatemu?” tanyaku balik.

“Itu..!” dia tidak melanjutkan perkataannya lagi dan pembicaraan kami tentang itupun berhenti sampai disitu.

Semenjak itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Sampai suatu hari kira-kira 6 bulan sejak terakhir kali kami bertemu, secara tidak sengaja aku bertemu dengannya di acara amal yang diadakan Universitas tempatku mengajar.

“Annyeong..!” sapanya. “Annyeong..!” balasku. “Apa kabar?” tanyanya. “Baik, sudah lama tak bertemu. Bagaimana kabar isteri dan anakmu?” tanyaku.

“Mereka baik-baik saja..!” jawabnya. Sepanjang acara itu kami selalu bersama-sama, menikmati berbagai acara yang ditampilkan pada malam itu. Ketika jam hampir menunjukkan angka 12 akupun pamit pulang padanya. Dia menawarkan untuk mengantarku. Akupun tidak menolaknya, dia mengantarku sampai ke apartemenku. Ya..! sekarang aku tinggal di apartemen yang dekat dengan Universitas tempatku mengajar. Dia bertanya, “Boleh aku masuk..!?”. “Untuk minum secangkir capucino..! Kenapa tidak..!” jawabku mempersilahkannya.

Di apartemenku kami bercerita sambil meminum capucino. Dia bercerita tentang kehidupan rumah tangganya yang mulai retak. Tampak jelas gurat kesedihan di wajahnya. “Hei Kim Bum..! apakah luka itu masih sakit..!?” tanyaku. “Menurutmu..?” tanyanya balik dan aku hanya mengangkat bahuku tanda tidak tahu. Dia membuka kemeja lalu kaosnya dan luka dipunggungnyapun terlihat jelas. Setiap kali aku melihat bekas luka itu dadaku terasa sesak dan tanpa sadar menyentuh parutan luka itu. Aku menyentuhnya dengan begitu hati-hati, seolah-olah takut akan tambah menyakiti Kim Bum dengan rasa sakitnya. Tanpa sadar aku pun mencium luka itu sambil berkata, “Cepatlah sembuh..!”. Kim Bum yang menyadari hal itu langsung berbalik menghadapku. “Aahh.. mianhae..!” ucapku dan dia hanya diam menatapku. “Ohh tidak apa yang telah kulakukan, adduhh aku malu sekali..!” batinku. Namun tiba-tiba dia memelukku, “Sebentar saja..! Aku bohong..! Luka ini sudah sembuh dari dulu. Selama ini setiap kali hatiku sakit karenamu aku selalu mengatakan bahwa lukaku yang sakit. Maafkan aku So Eun.” ucapnya. “Kenapa kau melakukan itu?” tanyaku. “Karena aku tidak ingin kehilanganmu..! Kau adalah satu-satunya orang yang memperhatikanku dan aku tidak ingin kehilanganmu. Aku takut jika kau punya pacar maka kau tidak akan memperhatikanku lagi. Pikiran itulah yang menghantuiku. Sampai akhirnya kau pergi meninggalkanku demi cita-citamu. Perhatian yang diberikan Hye Sun tidak sama dengan perhatian yang kau berikan. Aku menyadari, aku lebih membutuhkanmu ketimbang dirinya..!” ungkapnya. “Kenapa kau tidak menghentikanku, kenapa membiarkanku pergi jika kau membutuhkanku..!” tanyaku. “Aku tidak ingin bersikap egois dan jahat lagi padamu..! aku ingin kau menggapai cita-citamu..!” jawabnya. “Semuanya sudah berlalu, dari dulu sampai sekarang kau adalah sahabat bagiku betapapun seringnya kau menyiksaku dan kebohonganmu itu tidak mengurangi rasa cintaku padamu..!” jelasku. “Rasa cinta?” tanyanya. “Uppsstt..!” batinku. “Ya.. well.. rasa cinta.. rasa cinta sebagai teman.. sahabat..!!” ucapku menjelaskan. “Benarkah?” tanyanya. “Sure..!” jawabku. “Padahal aku berharap lebih dari itu..!” ucapnya. “Kim Bum..!” kagetku. “Kita sama-sama dewasa dan aku sadar rasa itu masih ada. Berapa kalipun aku menyangkalnya namun rasa itu selalu ada. Aku sadar bahwa rasa tidak ingin kehilanganmu ini adalah cinta. Cinta yang selalu kuperlihatkan dengan menyiksamu.” jelasnya. “Hentikan..! aku tidak ingin mendengar hal ini..!” ucapku sambil menutup telingaku. “So Eun..!” lirihnya. “Cukup Kim Bum..! kau adalah seorang suami dan ayah.. hentikan obrolan yang tidak ada masa depannya ini. Kau dan aku tidak mungkin bersama..!” jelasku. “Apa kau mencintaiku? Mencintaiku layaknya perasaan seorang wanita kepada pria?” tanyanya sambil menyingkirkan tanganku yang menutup telingaku. Aku hanya diam seribu bahasa. “Jawablah..! apa kau mencintaiku? jawablah..!” tanyanya sambil mencium bibirku. Dia menciumku beberapa kali, “Jawablah So Eun..!”. “Iya.. aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang.. perasaan ini tidak bisa kuhentikan.. tapi ini nggak bener.. nggak bener…!” ucapku sambil menangis. “Hei..!!” ucapnya lembut. “Kita tidak ditakdirkan untuk bersatu… kau sudah menjadi milik orang lain..!” ucapku. “Aku tahu, aku hanya ingin kau tahu perasaanku selama ini. Kita tidak ditakdirkan untuk bersama, aku tahu itu. Aku juga tidak bisa meninggalkan keluargaku. Aku tidak ingin rumah tanggaku yang hancur akan membuat Bum-Bum menderita dan aku juga tahu kau akan menolakku dan akan membenci aku bila aku meninggalkan mereka. Lalu kita harus bagaimana… mau dibawa kemana perasaan ini..!” tetesan airmata mulai jatuh dari matanya. “Ya mau bagaimana lagi..! mesti dikubur dalam-dalam nie.. hehehehe…!!” candaku namun aku kembali terdiam. “Kau dan aku tidak mungkin bersama, kita sependapat akan hal itu. Namun kau harus tahu kalau aku sangat mencintaimu So Eun…! You Mine…!!” ucapnya dan aku hanya mengangguk. Hubungan inipun hanya sampai disini. Tidak kurang dan tidak lebih. Semua kembali kepada kehidupannya masing-masing. Seperti seseorang yang baru bangun dari mimpi. Peristiwa malam itu hanya ku anggap mimpi yang menyenangkan walaupun menyakitkan.

THE END

Hhmm y begitu dech endingna.. hehhehehhe.. ♥♥

Jgn lupa tinggalin jejak pembaca y,, !! ♥-♥

12 responses

  1. Shien ‘Bummie’ says:
    3 December 2010 at 2:17 PM (Edit)
    hikzz… knp endingnya begtu?!? pdhl pgn bgt kl so eun ma kim bum bs nikah trs pny anak.. =’( tp bgs c crtanya.. hnya endingnya aja ga happy.. =’(

    Reply
    AnDik InTaN says:
    3 December 2010 at 5:00 PM (Edit)
    hehhehehe… g semua crta brakhir bahagia…!!
    skali2 pngen bikin yg sad ending…
    cinta tak hrs mmiliki…!! *aiiisss… so puitis

    Reply
    greis dethan says:
    3 December 2010 at 2:44 PM (Edit)
    sad ending… hiks…hiks…😥
    tpi critanya buagussss

    Reply
    AnDik InTaN says:
    3 December 2010 at 5:03 PM (Edit)
    hooh… sad ending…!!
    mw gmn lge takdir yg g mnyatukan.. hehheheh…
    gomawo y udh bc..!!

    Reply
    merli Bumssoeul says:
    3 December 2010 at 3:09 PM (Edit)
    Wow ternyata mereka tidak bersatu hiks hiks kasian ..

    Tapi memang ,<
    hikz hikz…..T.T

    Reply
    AnDik InTaN says:
    7 December 2010 at 7:29 PM (Edit)
    hehehe… sbr buk… g slmana kisah mreka happy endingkn…!!
    ni d bwt agak bda… wlpun g brsm… pi hati mreka slalu 1 kn…

    Reply
    tessa says:
    9 December 2010 at 10:59 AM (Edit)
    wahhh ending,na bumsso gk brsatu dah…….. hiks hiks

    Reply
    AnDik InTaN says:
    9 December 2010 at 2:19 PM (Edit)
    cup..cup…cup…!!

    gomawo y udh bc… hehhehehe…

    Reply
    Moza Desy Azzari says:
    26 December 2010 at 3:27 PM (Edit)
    huhuhuhuhu!!!
    ending yg menyedihkan…
    hiks hiks hiks..
    kasian so eun’y..
    pa lgi bummie…
    hua!!! ending Ff punya ka2k bner2 beda deh…
    mantaf!! aQ ska…
    Q tunggu next FF dri kakak…

    Reply
    AnDik InTaN says:
    28 December 2010 at 12:08 AM (Edit)
    pengen bwt yg beda aj..!! hehhehe.. y wlaupun g brsatu tpi kn mereka saling mncintai.. itu yg pnting.. hahhahaha.. hidup soeulmate…

    hehehhe.. oke…!!
    gomawo y moza..

    28/03/2011 pukul 11:01 am

  2. pucha

    huaaaaaaaaaa suka sama endingnya…

    seSUJU sama author,,,ngk smua hal itu happy ending,,tp selalu ada hikmah di balik ini semua *reader sok wise hehehe

    keren banget ceritanya…
    buat sequelnya kalo perlu,,kan kasian soeun jomblo terus kekekekke *authornya pingsan

    pokoknya suka bgt sama ceritanya
    gomawo
    _bow_

    29/03/2011 pukul 4:36 pm

    • hahahha… bisa aj ni pucha..🙂🙂
      bwt sekuelna.. hooaalllaahh… blm k pikiran lge… kshn sech kshn.. pi ntr mates mrh2 klo psngan kse co laen.. hehhehe… kb ma yg laen aj, q udh hmpir d amuk massa.. hehehheh.. gmn klo kse ma yg co laen.. hbs aq.. wkakkakaka..😀😀
      cheonma pucha..🙂

      30/03/2011 pukul 2:58 am

  3. bismania luph bumsso

    akkhhhhh,…
    sebel sma author,kim bum hrusx sma so eun,….
    critax gaje dan jlek,….
    endingx jg jlek,……
    critax gk ad keren” x,……
    bljr lgy bkin critax,…..
    ingat donk,kim bum hax untuk so eun !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    14/05/2011 pukul 6:01 am

  4. q juga sebel ma kamu..
    trserah author dunk mw bwt ff ky gmn… wong d post d blog sndri..
    “kim bum hax untuk so eun !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
    klo yg itu aq se7.. pi trkdng g semua cerita berakhir happy endingkan..!! itu bru yg d nmakan hdp..!! g smuana bhgia..!! jd jgn munafik jg..!!

    15/05/2011 pukul 4:17 am

  5. Bummiearab

    Oalahhhh
    . Ending na mengharu biru..
    Thor aku suka cra kmu menyampaikan ff. Jelas dan bisa membwa reader menghayal..
    Keren dech pokokna.

    . Bikin ff lgi ya..
    Tpi ending nya harus happy *maksa*
    berasa lega aj.jha gitu kalau cerita couple BUMSSO berakhir dgn kta HAPPY ENDING kekekekekbisa membwa reader menghayal..
    Keren dech pokokna.

    . Bikin ff lgi ya..
    Tpi ending nya harus happy *maksa*
    berasa lega aj.jha gitu kalau cerita couple BUMSSO berakhir dgn kta HAPPY ENDING kekekekek

    23/07/2011 pukul 7:53 pm

  6. kim so hyun

    gak relaaaaa…
    kimbum ga jd ma soeun….:(

    hiks..hiks..

    26/01/2012 pukul 11:28 am

  7. bumsso tetap dihati… variasi cerita bumso,meski agak sdikit kecewa ma endingnya. bgs mbak ak ttp mendukung mu. bikin crita ttng bumsso g #maksa
    fighting mbak!!!! =)

    08/05/2012 pukul 3:18 pm

  8. lo ko gtu endingnya kirain kim bum ma so eun bersatu,,,, hiks,,,, hiks,,,

    02/09/2012 pukul 9:06 pm

  9. endingnya sangat tidak bisa di terima T_T author jahat deh. mereka kenapa gak bisa disatuin. padahal aku udah berharap klo Bum itu masih setia sama so eun, atau klo nggak duda beranak satu deh. tapi tetep daebak deh ceritanya. endingnya bener2 bikin gue ikutan sakit hati kaya so eun. T________________T

    17/02/2013 pukul 10:24 pm

  10. edogawa kim suju

    tunggu !!! kenapa gtu akhirnya ??
    yaaa.. authorr.. kok sad ending ??
    ak gk nyangka pas tba2 kim bum udh nikah.. ak pikir dia bakal nunggu so eun..
    gak relaaa.. ToT
    dn ak mau ksh saran, pas adegan di apartmennya so eun.. kayaknya tulisannya penuh banget.. susah dibacanya, knpa gk dibuat perdialog aja ? (reader bnyak omong)
    hehehe.. mianhee..
    tpi, dari segi cerita..
    ak sukaaaa… sekaligus SHOCK karna akhirnya gtu.. #cemberut
    gak terimaaa… tpi, sukaaa

    23/03/2013 pukul 7:02 pm

  11. Yachhhh sayang bnget ending’x bumsso g brstu, tp bgus ff’x mnyntuh tp knp so eun g di ksh pndmping biar adil gtu, cnta mmang g hrus memiliki tp knp stu pny psangan yg stu g ? Tp aq suka ending’x dh jelaz kl cnta g hruz memiliki😦
    Smngat trus author
    fightinggggg

    16/05/2013 pukul 9:35 pm

Jangan lupa komennya..!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s