WeLCome 2 My ZoNe

Spend The Rest of My Life with U

Annyeong… annyeong…!! 😀

I’m back again with OS.. ♥ ♫ ♥ 😀

Nie OS yang q bwt khusus menyambut White Day… ♥ ♫ ♥

White day adalah hr dmn kaum adam yg menunjukkan cintanya kpd kaum hawa.. 😀

Jadi inilah cerita yang berisikan ungkapan hati seorang lelaki utk gadis yg disukainya… cekidot dech.. hehehehe…!! ♥ ♫ ♥ 😀

Di sebuah nightclub..

“Hy sayang..!” sapa cewek berkostum kelinci.

“Come to mama, darling..! hehehe..!!!” goda wanita berkostum macan.

“Hy baby..!! play with me tonight..!” centil cewek berkostum mermaid.

“Hy.. Kim Bum..!! I miss u.. muuaaacchhh..!!”  sapa cewek yang langsung mencium pipiku.

Ya,, namaku Kim Bum. Nightclub ini milikku.. uppsstt.. lebih tepatnya milik ayahku yang nantinya akan menjadi milikku juga. Sebagai anak yakuza dan merupakan pewaris tunggal dari klan Kim di Seoul tentu sudah sewajarnya banyak cewek-cewek yang mendekatiku dan tentu saja aku menikmatinya karena aku Kim Bum si playboy. Ya.. itu julukanku.

Malam ini kami mengadakan pesta liar dengan tema animal. Banyak cewek-cewek seksi berkostum hewan disini. Mereka menari dengan pakaian super duper mini.. woowww.. kau bisa membayangkannyakan..? Setiap malam temanya selalu berbeda. Itulah sebabnya nightclub kami selalu menjadi nightclub No. I di Seoul.

“Tuan muda!! Anda dipanggil tuan besar. Harap segera menemui beliau di rumah utama..!” ucap kacung ayahku.

“Oohh.. aku paling benci ini. Mau apalagi kakek tua itu..!!” kesalku.

“Lebih baik anda ikut tuan..!” katanya lagi.

“Apa kau mengancamku..?” potongku.

“Tidak tuan, tapi tuan besar..!” jelasnya lagi.

Dengan berat hati aku meninggalkan kesenanganku. Ooohh.. I hate this. Kenapa setiap kali kakek tua itu memanggilku pasti ada saja kesialan yang akan diberikannya kepadaku.

******

Di ruangan utama di rumah utama.

“Berapa usiamu?” tanya si kakek tua.

“21, bukannya ayah juga tahu..!” jawabku.

“Dan kau belum juga tamat SMA? Apa saja kerjamu? Apa kau tidak malu dengan usiamu itu? Mau jadi apa kau?” tanya si kakek tua membabi buta.. ya dia marah, pastinya.

“Belum. Meningkatkan pengaruhku. Tidak. Yakuza sama sepertimu.” jawabku singkat atas semua pertanyaannya.

“Apa? Dasar anak kurang ajar. Meningkatkan pengaruh katamu? Kerjamu itu hanya main perempuan dan berkelahi. Menjadi yakuza katamu, apa kau pikir mudah menjadi yakuza itu..!” marah ayahku yang kesal sambil memukulku dengan pedang kayu.

“Ayah.. yah.. hentikan… aaaddduuhhh… aaahhh… hentikan yah..!!” teriakku yang kesakitan.

“Kaaauuu.. kau..! pokoknya..!! Ayah sudah mencarikan guru untukmu supaya lulus ujian nasional. Pokoknya kau harus lulus SMA. Kalau kau main-main dan tidak lulus jangan harap kau akan mewarisi Klan Kim..!!” ucap si kakek tua yang ngos-ngosan karena memukulku bertubi-tubi.

“Apa?? Ayah jangan bercanda. Aku adalah anak ayah satu-satunya. Pewaris tunggal Klan Kim. Kalau tidak padaku ayah akan mewarisinya kepada siapa lagi..?” tanyaku.

“Tentu saja pada orang yang lebih berkompeten..! Kalau kau ingin menjadi pewarisku kau harus membuktikan dirimu. Menjadi pemimpin yakuza tidak hanya mengandalkan otot tapi juga otak. Kau mengerti? Untuk saat ini selesaikan dulu sekolahmu..!” jelas si kakek tua.

“Baik-baik..! Cuma menamatkan SMA sajakan..!” ucapku santai.

“Besok akan ada guru yang mengajarimu, kau jangan berkeliaran diluar..!” perintah si kakek tua.

*******

Esok sorenya di kamarku.

“Permisi tuan muda..!! guru anda telah datang..!” ucap pembantuku.

“Suruh masuk..!” sahutku.

“Permisi..!! Namaku Kim So Eun..!! aku akan membantu anda dalam belajar..!” ucap gadis manis dan kelihatan lugu itu.

“Berapa usiamu?” tanyaku spontan.

“17 tahun..!” jawabnya.

“Apa kau kelas 3 SMA?” tanyaku lagi.

“De!!” jawabnya.

“Jadi apa aku harus memanggilmu bu guru? Bagaimana kalau sweetie?” godaku sambil memojokkannya ke dinding.

“Nona Kim saja. Bisa kita mulai belajarnya..!” ucapnya singkat dengan wajah dan nada yang dingin.

“Eehhmmm.. baiklah Nn. Kim..!” ucapku santai.

Selama belajar aku sudah mencoba berbagai jurus untuk mengodanya tapi hasilnya nihil. Dia masih tetap saja dingin menanggapi perbuatan dan perkataanku. Kuakui pelajaran yang tadinya sulit jadi mudah dimengerti ketika dia menjelaskannya. Dia memang pintar tidak salah si kakek tua itu memilihnya. Saat mau kuantar pulangpun dia menolaknya dengan dingin. Hhhmm.. baiklah sekarang dia memang boleh menolakku, tapi lihat aja 3 hari lagi. Dia pasti kelepek-kelepek kaya ikan yang kekurangan air.

Sudah 3 hari berlalu tanpa ada hasilnya. Setiap kali dia datang mengajar aku selalu memberinya bunga mawar, kau tahu apa katanya, “Lebih baik anda tidak menghambur-hamburkan uang untuk membeli bunga, uang tersebut lebih baik anda tabung untuk hari tua anda”. Ya.. dia mengucapkan hal itu dengan nada dingin plus muka polosnya itu. Ketika aku melancarkan rayuan mautku serta smile killerku yang membuat cewek-cewek saranghae dia tetap saja tidak bergeming. “Bisa kita fokus pada materi pelajaran ini”, itulah kata-kata yang dia ucapkan setiap kali aku mengatakan dia cantik, manis dan rayuan lainnya yang selalu bisa membuat cewek takluk di kakiku. Namun dia berbeda, ckckck.. mau dibawa kemana julukan si Playboyku itu.

Seminggu sudah berlalu… sebulan juga sudah berlalu… namun hubungan kami masih sama seperti pertama bertemu… bagaimana cara menaklukkan cewek satu ini ya!! Aaaakkkhhhh….. pusing kepalaku dibuatnya, jangankan menaklukkannya membuatnya tersenyum dan tertawa saja ku tak bisa.

*****

Di ruang utama.

“Kim Bum..! Kim Bum..! anak kurang ajar..!!” sahut si kakek tua yang rupanya telah berkali-kali memanggilku.

“Aa.. aahh.. ada apa ayah..!?” ucapku kaget mendengar teriakan si kakek tua.

“Kenapa kau dirumah saja?” tanyanya.

“Memang aku harus kemana lagi..!” ucapku balik nanya.

“Biasanya kau tidak pernah di rumah, kenapa tidak ke nightclub?” tanyanya lagi.

“Malas..!” ucapku.

“Kau kenapa?” tanyanya.

“Bisakah ayah berhenti bertanya..!” ucapku kesal dengan semua pertanyaan si kakek tua. Lalu akupun pergi ke kamar.

“Dasar kakek tua menyebalkan..! keluar salah, di rumahpun salah. Menyebalkan..!!” gerutuku.

******

Di stasiun kereta api.

“Bum!! Lihat-lihat ada cewek cantik..!” ucap Kim Joon.

“Biarkan saja..!” cuekku

“Kau kenapa?” tanya sahabatku itu.

“Kenapa apanya?” tanyaku balik.

“Akhir-akhir ini kulihat kau kurang bergairah. Ada apa? Ada yang menganggumu ya.. siapa? Biar kuhajar?” tanyanya panjang lebar.

“Akkhh sudahlah.. bawel..!!” ucapku sambil berlalu meninggalkannya, namun kakiku terhenti saat melihat seseorang di seberang stasiun.

“Hei Bum..!! Waaahhh itu murid-murid SMA Shinwa..!” ucap Joon sambil memandang ke sekumpulan murid-murid di seberang stasiun itu.

“Aku pergi dulu..!” ucapku berlalu meninggalkannya dan menuju ke stasiun seberang.

“Hei.. kau mau kemana..? tunggu aku..!” teriaknya sambil mengejar mengikutiku.

Di dalam kereta api..

“Haaaahh…haaahhh..!! untung terkejar..!!” ucap Joon sambil ngos-ngosan menarik napas. “Hei Bum..! kenapa kita naik kereta ini?” tanyanya.

“Sssttt… diamlah Joon.” ucapku sambil menutup mulutnya dan dia sedikit memberontak tidak berapa lama kemudian dia mulai tenang.

Karena kereta lumayan penuh saat itu, kami jadi sedikit berdesak-desakan di tepi pintu. Namun, mataku tak lepas darinya.

“Bum..! hei bum.. buuumm…!!” panggil Joon setengah berteriak.

“Apa?” tanyaku.

“Kita mau kemana?” tanyanya sambil bertahan dari orang-orang yang mendorong-dorongnya.

“Aku juga tidak tahu..!” jawabku singkat.

“Apa..? hei.. seriuslah sedikit..!” kesalnya.

“Kau lihat gadis itu. Nah, kita akan mengikuti dia.” jelasku sambil menunjuk kesalah satu murid Shinwa itu.

“Gadis cantik itu?” tanyanya, akupun mengangguk. “Ada perlu apa kau dengan Kim So Eun?” tanyanya lagi dengan mata yang dibuat semakin sipit.

“Kau kenal dengannya?” tanyaku kaget tanpa peduli dengan mata sipit yang mencurigaiku itu.

“Kenal sih gak..! Cuma aku tahu kalau Kim So Eun itu salah satu primadona SMA Shinwa. Dia cantik, pintar, jago olahraga dan juga ramah.” jelasnya sambil menatap gadis itu.

“Hah.. ramah? Gadis dingin itu?” tanyaku tidak percaya.

“Kau sendiri juga bisa lihatkan..!” ucapnya sambil menyuruhku melihat kearah gadis itu.

Hal yang tidak pernah kulihat sebelumnya, gadis itu asyik mengobrol dengan teman-temannya, tawa dan senyum menghiasi wajahnya. Teman-teman cowok disekelilingnya seperti menjadi tameng untuk dirinya agar mendapat ruang yang leluasa.

Setelah lebih dari 30 menit kami di dalam kereta akhirnya dia turun dan berjalan menuju ke sebuah TK.

“Noona..!!” teriak bocah lelaki yang langsung memeluk kakinya itu.

Setelah pamit dengan guru TK yang menjaga anak itu merekapun berjalan lagi dan sepertinya menuju minimarket.

“Sampai kapan kita akan mengikutinya?” tanya Kim Joon yang sepertinya sudah bosan dengan permainan detektifan kami.

“Kalau kau mau pulang, ya sudah, pulang saja sana..!” jawabku cuek.

“Iya.. iya.. aku akan menemanimu sampai selesai..!” ujarnya.

Setelah berbelanja Kim So Eun dan bocah itu berjalan menuju ke sebuah rumah dan masuk kedalamnya. Lalu kusuruh Joon untuk berjalan dan melihat papan nama di rumah itu.

“Itu rumahnya..! tertera nama keluarganya disana..!” lapor Kim Joon.

“Ya sudah..! ayo kita pulang..!!” ucapku mengakhiri pengintaian kami.

*****

Esok sore di kamarku.

“Ternyata kau cantik sekali kalau tersenyum dan tertawa..!” ucapku saat kami sedang belajar namun dia masih saja fokus pada soal yang akan diajarkannya padaku. “Tapi tidak kusangka, Nn. Kim ternyata menjadikan cowok-cowok disekelilingnya sebagai bodyguard.” sindirku.

“Aku tidak tahu maksudmu, tapi bisakah kita melanjutkan pelajaran ini.” ucapnya cuek.

“Ara.. ara..!!” jawabku.

Setelah selesai pelajaran aku bermaksud mengantarkannya pulang.

“Ayo naik.. aku akan mengantarkanmu pulang..!” ajakku sambil menggas motorku.

“Tidak usah, aku bisa pulang sendiri.” ucapnya dingin.

“Ini sudah malam, adikmu pasti menunggumu..!” ucapku menyakinkannya. Dia menoleh lalu, “Dari mana kau tahu?”. “Sudahlah.. ayo ikut..!” ucapku sambil menarik tangannya.

Sepanjang perjalanan kami hanya diam, duduknyapun lebih menjorok ke belakang, dan tangannya memegang palang besi di belakang jok motor. Lalu tiba-tiba ide nakalku muncul. Aku menambah kecepatan motorku dan nyalip sana nyalip sini, diselingi dengan rem-rem sedikit mendadak. Alhasil dia memegangi pinggangku dengan kuat sambil berkata, “Tolong pelan-pelan sedikit..!”. “Apa kau takut Nn. Kim?” tanyaku. “Aku tidak ingin kita celaka..!” jawabnya. Lalu aku sedikit mengurangi kecepatanku, tapi setiap dia ingin melepaskan tangannya dari pinggangku aku mulai menambah kecepatanku, sehingga dia tidak jadi melepaskan tangannya. Hehehehe… seru sekali.

Sesampainya di rumahnya, kulihat rumahnya gelap gulita.

“Rumahmu kok gelap? Belum bayar listrik ya..!! hehehhehe…!!” candaku.

“Dari mana kau tahu rumahku?” tanyanya.

“Ra-ha-si-a..!!” jawabku lalu masuk ke halaman rumahnya.

“Hei.. mau kemana kau..!” tanyanya.

“Memangnya kau tidak mau mempersilahkanku masuk..?” tanyaku.

Lalu tiba-tiba pintu rumahnya terbuka.

“Noona..!! hiks.. hiks…!!” panggil adiknya yang menangis.

“Joon So..!! kenapa menangis…!?” tanya gadis itu.

“Lilinnya sudah habis, cuma tinggal satu lilin.. hiks.. hiks.. gelap noona..!!” jelas adiknya.

“Cup..cup.. sudah ya..!! jangan nangis lagi, nanti kita beli di mini market ya..!!” ucap gadis itu menenangkan adiknya lalu di susul anggukan dari adiknya itu.

“Terima kasih sudah mengantarku. Kau bisa pulang sekarang..!” ucapnya mempersilahkanku pergi.

“Adik kecil..!! ayo hyung temani ke mini market..!!” ajakku pada adiknya.

“Noona..!!” ucapnya takut lalu bersembunyi di belakang kaki kakaknya.

“Namaku Kim Bum..!! aku teman noonamu..! aku mau beli es krim di mini market, jadi bagaimana kalau kita pergi bersama. Apa kau mau?” tanyaku ramah. Anak itu hanya mengangguk. “Ayo naik..!!” ajakku sambil menuju ke motorku.

“Tidak usah..! kami jalan kaki saja. Kau bisa pulang..!” ucapnya lalu mengunci pintu rumahnya kemudian pergi.

“Hei tunggu..!!” panggilku.

“Mau apa lagi?” tanyanya.

“Mana bisa aku membiarkan kalian berjalan berdua saja saat malam begini. Kau tidak takut diserang apa..!” ucapku sambil berjalan di sampingnya.

Selama perjalanan ke mini market, adiknya banyak bercerita. Dan baru kutahu bahwa mereka yatim piatu, orangtua mereka meninggal dalam kecelakaan 2 tahun yang lalu. Setelah ayahnya meninggal, perusahaan mereka bangkrut. Dan mereka terpaksa menjual rumah mereka demi membayar hutang perusahaan dan gaji pegawai. Demi memenuhi kebutuhan hidup mereka dan membayar sewa rumah, gadis ini harus banting tulang sana-sini.

“Jadi benar kau belum bayar listrik?” tanyaku.

“De..!!” jawabnya malu.

“Kau tinggal saja dirumahku. Rumahku luas dan ada banyak kamar. Kau bisa pilih kamar yang mana saja..!” tawarku.

“Aku tidak mau..! Memangnya aku siapamu? Kenapa harus tinggal dirumahmu?” ucapnya emosi.

“Kau bisa jadi pelayan pribadiku. Dengan begitu kau dan adikmu bisa tinggal dirumahku. Aku akan menggajimu dengan layak. Kau tenang saja..!!” saranku.

“Aku tidak mau..!” tegasnya.

“Jangan hanya memikirkan dirimu sendiri donk..!! pikirkan juga keselamatan adikmu. Zaman sekarang kejahatan bisa terjadi dimana aja. Bagaimana kalau ada penjahat yang masuk kerumahmu atau rumahmu bisa saja terbakar saat adikmu menyalakan lilin saat kau tidak ada. Sudahlah… terima saja tawaranku itu. Besok kau bisa pindah dan mulai kerja di rumahku. Soal kakek tua itu.. eh.. ayahku.. biar aku yang urus..!” bujukku.

“Aku tidak mau..!” ucapnya tegas.

*******

Esok sorenya di ruang utama rumahku.

“Hei Kim Bum..! bagian mana dari ucapanku yang tidak kau mengerti..! Seenaknya saja mengosongkan rumahku dan memindahkan barang-barangku kemari. Apa kau tuli..!” ucapnya marah.

“Noona..! kenapa marah-marah. Kita akan tinggal disinikan. Disini aku tidak kesepian noona.. ada bibi dan kakak-kakak yang baik padaku. Tadi aku baru dibuatin pudding..!!” ucap adiknya polos.

“Joon So..! apa kau senang tinggal di sini..!?” tanyaku.

“Tentu saja hyung..! noona.. ayo kita ke kamar..! kamarnya besar sekali loh..!!” ucap adiknya sambil menarik tangan kakaknya, sementara aku hanya senyum-senyum saja melihat kakaknya yang tidak bisa berdaya untuk pergi lagi.

Setelah melihat kamarnya aku menyuruh adiknya untuk bermain di dapur bersama bibi dan pembantu lainnya.

“Mulai besok adikmu akan masuk TK di dekat rumahku ini, jadi kau tidak usah khwatir saat adikmu pulang sekolah, karena aku sudah menyuruh bibi untuk menjemputnya.” jelasku saat kami tinggal berdua dikamar.

“Mwo..!! Kenapa kau selalu seenaknya sendiri..!” kesalnya sambil menatap tajam padaku.

“Oia.. satu lagi..” ucapku sambil mendekatinya dan memojokkannya ke dinding, namun sikap dinginnya tidak berubah, seharusnyakan seorang gadis mulai cemas dengan keadaan seperti ini, kenapa dia malah tenang sekali. “Mulai besok kau akan menjadi pelayan pribadiku. Tugasmu adalah menyiapkan pakaian yang akan aku kenakan, menyiapkan makanan untukku, dan membantuku dalam menyelesaikan tugas-tugasku. Mengertikan…?” jelasku dan dia hanya menggangguk.

********

Setelah beberapa minggu hidup bersamanya aku tidak pernah lagi menginjakkan kakiku ke nightclub. Hal inilah yang membuat teman-temanku heran.

“Yoo.. bum..!! cewek-cewek di klub pada nanyain tuch..!! katanya mereka kangen banget..!” ucap Kim Joon.

“Lagi malas maen ke klub..!” ucapku.

“Gara-gara Kim So Eun ya?” tanyanya.

“De..!!” jawabku.

“Dia melarangmu?” selidiknya.

“Bukan..!” jawabku.

“Terus..!” lanjutnya.

“Aku tidak ingin membuatnya menungguku. Pernah aku pulang pagi dan dia semalaman duduk di teras rumah menungguku pulang hanya untuk sekedar menanyakan apakah aku sudah makan..!” jelasku.

“Benarkah?” tanyanya lagi dan aku hanya mengangguk.

“Lagi pula aku harus konsentrasi untuk menghadapi ujian nasional..!” jelasku.

“Waahh… tumben..!! dipaksa ayahmu ya..!! hehehhe…!!” sindirnya.

“Yaaa..!! Mana mungkin karena kakek tua itu.”  kesalku.

“Lantas..? Karena Kim So Eun..?” tanya Kim Joon yang mulai curiga dengan perubahanku.

“Kalau aku melamarnya, menurutmu apakah dia akan menerimanya?” tanyaku serius.

“Mwooo??? Kau serius?” tanyanya tidak percaya, aku hanya mengangguk ketika dia menatapku. “Okee..!! menurutku dia akan menolak,, pastinya..!!” jawabnya.

“Sudah kuduga..!! Kakek tua juga bilang begitu. Aku harus lulus SMA dulu, menjadi orang hebat baru aku pantas untuk melamarnya..!” jelasku.

“Up to you dech bro..!! lu seneng gw seneng..!! hehehhe.. !!” dukungnya.

***********

Aku dan Kim So Eun lulus SMA dengan hasil yang sangat memuaskan. Gadis itu berencana ingin melanjutkan kuliah. Dia mendapat beasiswa dari Universitas ternama di Seoul. Selain itu dia juga berencana untuk kerja part time dan menyewa rumah di dekat kampusnya serta memasukkan adiknya ke SD yang juga dekat dengan kampusnya. Yang jelas intinya dia akan keluar dari rumahku. Apa yang harus kulakukan untuk menahannya. Secepatnya aku membicarakan kelanjutan niatku untuk melamarnya pada si kakek tua. Namun, si kakek tua itu malah membuatku semakin minder untuk melamarnya. Dia bilang aku tidak pantas untuk So Eun. Ayah macam apa itu, masa menjelek-jelekkan anaknya sendiri. Aaahh.. bodoh amatlah.. yang penting malam ini aku akan melamarnya.

“Kim So Eun..!!” panggilku saat dia menyediakan makanan dan minuman di gazebo taman belakang tempatku berada sekarang.

“Ada apa?” tanyanya.

“Apa ada hal yang bisa tetap menahanmu untuk tinggal disini?” tanyaku dan sepertinya dia binggung. Gadis itu hanya terdiam.

“Aku tidak bisa selamanya tinggal disinikan. Aku harus mandiri, aku tidak mau merepotkan keluarga ini lagi..!” jelasnya.

“Kalau gitu kita menikah saja,, dan kau bisa selamanya tinggal disini..!!” ucapku.

“Kenapa aku harus menikah denganmu?” tanyanya sambil menatapku dengan tatapan penasaran.

“Karena aku mau menikah denganmu..!” jawabku.

“Hehehehe… dasar anak manja..! Jadi karena kau ingin menikah denganku makanya aku harus mau menikah denganmu. Begitu..? Aku kira kau sudah mulai dewasa, ternyata masih sama saja.” ucapnya sambil beranjak pergi.

“Saranghae Kim So Eun..!” teriakku dan diapun berbalik. “Aku mencintaimu dan aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu. Maukah kau menikah denganku?” ucapku lantang. Ternyata ayahku, adiknya dan orang-orang yang berada di rumahku melihat kejadian ini.

“Noona.. apa benar kau akan menikah dengan hyung..!?” ucap adiknya gembira.

“Itu.. itu..!!” ucapnya terputus-putus. Kemudian dia melihat kearah ayahku. Ayahku mengangguk. Kemudian dia kembali menatapku.

“Maaf saja ya..!! tapi aku tidak mau menikah dengan orang bodoh, kurang ajar dan tidak berguna..!” ucapnya tegas.

“Ara… ara… beri aku waktu 3 tahun..!! Aku akan jadi orang yang paling pantas berada disisimu..!” ucapnya.

“Baiklah..!” ucapnya santai.

“Tapi kau harus tetap tinggal disini. Bantu aku menjaga ayahku, sementara aku akan melanjutkan pendidikanku di Jepang. Setuju?” tanyaku.

“Setuju..!” jawabnya.

*******

Tiga tahun aku berpisahnya dengannya tanpa pernah sekalipun pulang ke Korsel. Komunikasi kami hanya lewat telepon saja. Itupun aku lebih banyak mengetahui kabarnya dari adiknya. Aku kangen sekali dengannya. Ingin cepat bertemu.

Setelah sekian lama menunggu pendidikanku selesai, aku bisa kembali ke Korsel.

Di bandara sudah ada supir yang menjemputku. Bukannya langsung mengantarku pulang, supirku ini malah memintaku untuk masuk ke butik pakaian tradisional korea. Disana sudah ada hanbok yang harus kupakai dan penata rias yang disediakan untukku. Aku harus memakainya kalau tidak ingin mati. Itu yang diucapkan ayahku. Ya terserahlah, aku tidak peduli. Aku ingin menyelesaikan ini secepatnya agar bisa pulang dan melihat dirinya. Setelah dari butik perjalananku menuju kesebuah hotel mewah di Seoul. Disana aku melihat banyak sekali papan bunga ucapan selamat berbahagia atas namaku dan Kim So Eun. Lalu aku mulai memperhatikan orang-orang yang berada di hotel itu. Banyak bos-bos yakuza dari seluruh klan yang hadir, teman-teman lamaku juga ada. Ini tidak mungkin terjadi, masa si kakek tua itu secepat ini melaksanakan pesta pernikahan kami. “Silahkan masuk kesini tuan muda..!” ucap kacung ayahku yang dulu. Disana ayahku telah menunggu, dia memelukku dan berkata, “Ayah bangga sekali denganmu, anakku..!! Nah.. ayo kita keluar… So Eun sudah menunggumu..!!”. Lalu akupun keluar dan memasuki sebuah ruangan yang sudah dihadiri para undangan. Tidak berapa lama, lalu ayahku masuk bersama pengantin wanita tercantik yang pernah kulihat. Gadis itu tersenyum manis melihatku dan kamipun siap mengucapkan janji sehidup semati.

The End

Oke guys…!! Q tunggu komenna ya..!! hehhehe… :-D

Komenna d wp MBL aj ya.. ♥-♥ supaya aq menang lomba OSna..!! xixixixixixi… :-D

Yg blm tw… crna gampang koq..!!! ♥ ♫ ♥

Tinggal isi username (nm qmu) n email qmu aj kq..!! trz komen dech…!! ♥ ♫ ♥ hehhehe… :-)

D tunggu loh… hehehehe…. :-D

21 responses

  1. owni

    web mbl itu pa ya? hhee, rteader krang twu, bisa mnta alamat’a gak?
    oh iya, ff’a tlong lnjutin ya, udah pnsaran soal’a, mksh

    08/03/2011 pukul 4:34 am

    • hahahhaa… penasrn y..🙂
      sbr y… msh lm alna d postingna.. hehehhehe… :-d

      13/03/2011 pukul 2:03 pm

  2. Sary aj0w

    Waaah daebax..lanjud bwt crita2 bumss0 chui,bguz sangad de..0ye Wp Mbl tu ape?minta adress lgkap dunk?

    27/03/2011 pukul 1:29 am

    • hehehe.. gomawo ya sary..🙂 oke..🙂
      wp MBL udh g aktf lage.. jd lupain aj..🙂

      27/03/2011 pukul 7:21 am

  3. Wuuiiihhhhh…..
    Si bum oppa enak yahhh…
    pulang study langsung d kawinin ama so eun ein.. # bkan di kwinin dink, tpi d nikahin… hhe#

    01/04/2011 pukul 3:08 pm

    • hahahha… appa na baik sech.. hehehehe..🙂

      02/04/2011 pukul 9:23 am

  4. Yunie sipenyuka hijau

    Wuih keren andik, i like it
    Oya MBL knapa dah gak akif lg pantes q buka grou.ps nya dah gak bisa?

    04/04/2011 pukul 10:53 pm

  5. Jonghyun Biased ^^

    waaaa..Bumppa sama euniee apapun cerita sama karakternya selalu kereeeeen
    # sukses bikin aku senyum2 geje hehehe😀

    tuuu kan eon ga NC juga Daebak lah….apalagi NC heee #plak

    04/11/2011 pukul 12:04 pm

  6. mendadak bgt maried y ?? cba d buat pnjangan dkit , munkin akan Lbih romance ..
    #pLetakk!!! bnyak mau y Lu !!
    heehhe

    q fangirl so eun eonni n stiap ff yg main cast y eonni . pzti q bca n coment (?)

    19/11/2011 pukul 5:55 am

  7. kim so hyun

    woaaaaaa…keren cerita’a…

    happy ending..:D

    26/01/2012 pukul 12:35 pm

  8. karya’y memang slalu kerenz….
    apalagi yg menyangkuT BuMsso
    truz
    FF between u and me part ke 10’y kpn,
    udch nga sbr nungguin nich?????
    _:)_

    28/03/2012 pukul 11:33 am

  9. airini

    helllow new reader niiih mihiihii bagus banget siiih ceritanya!perbanyak ya tooor

    01/05/2012 pukul 4:10 pm

  10. anizza

    Kerannnnnnnn

    09/08/2012 pukul 11:31 am

  11. good,,,,,,,,,,,

    02/09/2012 pukul 9:23 pm

  12. qindae

    Aaahhhh bagus bangeett😀
    Bikin lagiiiiii😀

    04/01/2013 pukul 12:11 am

  13. ada yang kurang nih,,ga ada adegan kiss2 nya acan…:-(
    hehehe :-p
    (komentor yadong)

    01/02/2013 pukul 12:19 pm

  14. edogawa kim suju

    huwaaaa… akhirnya kim bum klepek2(?) jga ma so eun..
    ck, emang daya tarik yg kuat ! good author ! idenya cemerlang , apalagi pas buat kim bum yg umur 21 thun blom tamat SMA jga … TOP dech !!

    23/03/2013 pukul 6:02 pm

  15. Rahmie mamierizky

    Cerita nya Asik G’ ngebosenin, kenapa G’ d bikin panjang aja kan bagus tuh cerita nya,,,, ok d tunggu yang selanjutnya,,, Annyong!!!!!

    17/05/2013 pukul 11:02 am

  16. apa anda masih aktif? karya anda bagus saya suka, saya terrmasuk penggemar anda dan bumsso, tunggu ff, os, 2/3 shoot what ever di emailku ya… thanks vonnysumali@gmail.com

    25/07/2013 pukul 4:09 pm

  17. Zaily

    Bgus crtany:-)
    Tp kpndekan crtany eon . . .

    19/09/2013 pukul 1:40 pm

  18. Bener2 hebat soeun bisa membuat playboy seperti bum jatuh cinta.

    14/07/2014 pukul 3:22 pm

Jangan lupa komennya..!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s