WeLCome 2 My ZoNe

Between U and Me Part 4: Kenapa Selalu Cari Ribut Sech?

Cast baru..!!

Papa and Mama Kim Sang Bum..!!

Jo In Sung dan Ha Ji Won

Jo In Sung merupakan Presdir J.D Corp. perusahaan yang bergerak di segala bidang industri. Selain itu dia juga keturunan bangsawan di Korsel (karena mereka keturunan bangsawan maka perkataan merekapun lebih sopan, Kim Bum saja memanggil ayah dan ibunya abeoji dan eomeoni). Sedangkan Ha Ji Won merupakan mantan aktris yang paling terkenal di Korsel, sekarang dia lebih banyak membantu suaminya di perusahaan mereka.

Yoon Eun Hye

Murid Spesial kelas 2.E. Gadis dari keluarga kaya. Bisnis keluarganya bergerak dibidang pertelevisian. Gadis yang memiliki intuisi dalam mencari berita ini sekarang menjabat sebagai ketua klub berita di SMA Shinwa. Gadis ceria ini diam-diam naksir Se7en, dia terpesona saat pertama kali melihat Se7en dalam pertunjukan drama sekolah saat mereka kelas 1.

 

“Lalu bagaimana caramu menaklukkannya??” tanya Hyung Joong.

“Itu masih rahasia Hyung Joong..!! Bukan tuan muda Kim Bum kalau tidak bisa menaklukkannya..!! Tunggu saja tanggal mainnya! Hehehehehe…..!!” jawab Kim Bum dengan penuh misteri disertai tawa dalam senyumannya.

****

Malam harinya di rumah Kim Bum. Tampak Kim Bum berpikir keras mengenai sesuatu. “Aku memang berkata demikian di depan mereka, tapi sampai sekarang aku belum tahu cara menaklukkannya..!” batinnya. “Aissshhhh..!! semakin kupikirkan caranya, semakin aku tidak mengerti” keluh Kim Bum sambil mengaruk-garuk kepalanya. “Apa resume yang diberikan Hyung Joong kurang ya..!! Kenapa tidak ada titik celahnya sedikitpun, begitu sempurnakah gadis itu..!” kesalnya yang kemudian melemparkan kertas-kertas resume So Eun ke atas tempat tidurnya yang begitu besar dan mewah.

Tiba-tiba dia mendengar ada ketukan di pintu kamarnya. ‘Tok..Tok..Tok..!’. “Ya.. masuk!” jawab Kim Bum. “Tuan muda, tuan dan nyonya besar menunggu anda di ruang makan..!” ucap pembantu keluarganya. “Baiklah, terima kasih dan tolong rapikan kertas-kertas tersebut” ucap Kim Bum sambil berlalu menuju ruang makan di lantai 1.

****

“Bummie..!! Kenapa kamu tidak menghabiskan makananmu..!!” tanya ibunya yang keheranan melihat putra semata wayangnya yang bahkan tidak menyetuh makanannya.

“Tidak ada apa-apa eomeoni (어머니)..!!” jawab Kim Bum.

“Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanya ayahnya.

“Tidak ada abeoji (아버지)..!!” jawabnya lagi.

“Benarkah?” selidik ibunya.

“Apakah ada hubungannya dengan seorang gadis?” selidik ayahnya.

Kim Bum yang mendengar perkataan ayahnya menjadi terkejut karena tebakan ayahnya tepat sekali.

“Hahahahaha….!! Ternyata tepat ya..!!” ledek ayahnya yang melihat ekspresi muka anaknya yang begitu lucu.

“Lalu kenapa dengan gadis itu?” tanya ibunya yang keheranan karena baru kali ini dia melihat putranya begitu memikirkan seorang gadis.

“Dia..!! Aku tidak mengerti tentang dirinya..!” keluh Kim Bum.

“Apakah dia gadis yang spesial?” tanya ayahnya.

“Sepertinya begitu..!” ucapnya.

“Sepertinya??” tanya ibunya yang masih belum mengerti.

“Dia pintar bahkan bisa dibilang jenius, dia ahli di segala bidang, berjiwa pemimpin, pandai bergaul, pokoknya dia multitalenta..!! Dia…! Sempurna..!” jelas Kim Bum.

“Baru kali ini abeoji mendengarmu memuji seseorang..! Apa kamu benar-benar jatuh cinta dengan gadis ini!” tanya ayahnya lagi.

“Jatuh cinta..? Anide abeoji, ini… ini tidak seperti yang abeoji dan eomeoni pikirkan..!” gugup Kim Bum yang melihat wajah jahil orangtuanya.

“Benarkah..?” kata orangtuanya dengan kompak.

“Tentu saja! Gadis ini.. dia… dia telah menaklukkanku..!! ucapnya dengan suara yang lemah ditambah dengan ekspresi yang malu-malu.

“Hahaha… dia menaklukkan Casanova sepertimu, hahahhaha… gadis yang hebat!! Eomeoni jadi ingin bertemu dengannya..! ucap ibunya yang diselingi tawa.

“Eomeoni ini tidak lucu. Dia melukai harga diriku sebagai seorang lelaki. Aku ingin menaklukkannya!” kesal Kim Bum.

“Lalu bagaimana caramu menaklukkannya Bummie?” tanya ayahnya.

“Entahlah aku tidak tahu abeoji!” ucapnya.

“Bummie..!! Dahulu ayahmu dan ibu juga seperti anjing dan kucing yang bila bertemu selalu bertengkar..!” ucap ibunya.

“Itu benar. Tapi lihatlah kami sekarang, kami saling mencintai, menikah dan memiliki anak yang tampan sepertimu..!” ucap Jo In Sung sambil memeluk Ha Ji Won dengan mesranya dan menciumi lehernya.

“Abeoji.. eomeoni..!! Berhenti bersikap menjijikkan seperti itu.!!” ucap Kim Bum yang malu dengan tingkah orangtuanya sambil menutup matanya dengan sebelah tangannya. “Sampai sekarangpun abeoji dan eomeoni masih sering bertengkar!” lanjutnya lagi.

“Itu yang namanya bumbu dalam percintaan Bummie..! Nanti kamu juga akan merasakannya, bila sehari tidak bertemu atau bertengkar dengannya kamu akan merasakan ada kehampaan atau sesuatu yang hilang dihatimu..!” jelas ayahnya.

“Jadi maksud abeoji..?” tanya Kim Bum.

“Maksudnya kalau kamu terlalu memikirkan gadis itu dan berusaha menaklukkannya, maka kamu bisa mencintainya dan kamu akan merasakan perasaan-perasaan yang abeoji kamu jelaskan..!” jelas ibunya.

“Benarkah..!!? Lalu bagaimana abeoji menaklukkan eomeoni?” tanya Kim Bum.

“Untuk menaklukkan eomeoni, abeoji dulu mendekatinya dengan perlahan, berusaha mengetahui apa yang disukai atau dibenci olehnya dan yang paling penting membuatnya salah tingkah dengan memberikan senyum termanis yang abeoji punya!” jawab ayahnya.

“Apakah berhasil..?” tanyanya lagi.

“Bukannya kamu buktinya sayang! Kamu tidak akan lahir kalau trik tersebut tidak berhasil!” jawab ibunya.

*****

Beberapa hari kemudian terlihat Se7en uring-uringan karena di buntuti Yoon Eun Hye dari tadi pagi. Kemanapun dia berjalan selalu diikuti oleh gadis tersebut. Bahkan gadis itu berani menungguinya di depat toilet pria. “Hei kau..!! berhenti mengikutiku” kesal Se7en. “Kalau begitu jawab pertanyaanku, gampangkan!” balas Eun Hye yang tidak peduli murid-murid lain membicarakan mereka. “Aku rasa itu bukan urusanmu..!” kesal Se7en. “Tentu saja urusanku, kau lupa aku ketua klub berita dan alasanmu menolak bermain drama dalam festival sekolah yang akan di adakan 2 bulan lagi itu merupakan berita panas bulan ini!” jelasnya lagi.

“Baik kalau begitu kau dengar baik-baik, aku tidak ingin bermain drama karena naskahnya membosankan dan aku tidak menemukan lawan main yang seimbang denganku! Puas..!! Sekarang kau jangan mengikutiku lagi!” marah Se7en sambil berlalu meninggalkan Eun Hye. “Dasar kau menyebalkan..!!” teriak Eun Hye dari kejauhan. “Bodo amat!” batin Se7en.

Sementara itu diruang OSIS terlihat anggota inti OSIS sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing. Kim Bum yang sedari tadi menyelesaikan tugasnya kelihatan mematung di tepi jendela. Hyung Joong yang penasaran menghampirinya.

“Bummie..! kau kenapa?” tanya Hyung Joong.

“Kim So Eun..!! gadis itu sudah beberapa kali kulihat dia selalu menyendiri di taman itu, menulis sesuatu di buku yang dipegangnya” jelas Kim Bum.

“Itu diarinya..!” celetuk Kim Joon yang berjalan mengambil arsip di lemari dekat jendela itu.

“Menulis diari di sekolah..! Bukannya itu sedikit aneh..!” heran Hyung Joong.

“Mana kutahu..!” jawab Kim Joon.

“Bisakah kalian tenang sedikit, kalian mengganggu konsentrasiku..! Hyung Joong apakah laporanmu sudah selesai?” tanya Lee Min Ho yang sedikit kesal.

“Baik-baik akan kuselesaikan!!” sahut Hyung Joong.

“Perhitunganmu salah sunbae, mana ada tamu yang akan datang bila acaranya membosankan seperti itu!” jelas Kim Bum yang kecewa melihat hasil pekerjaan Min Ho.

“Apa..! kau..!!” namun sebelum Min Ho melanjutkan kata-katanya.

“Ini..!! Rangkaian acara yang akan kita tampilkan pada festival sekolah!” jelas Kim Bum sambil melemparkan dokumen-dokumen tersebut. “Baca dan pelajarilah, aku mau keluar sebentar!” jelas Kim Bum.

*****

Sementara itu di taman belakang terlihat So Eun asyik menulis diarinya.

Kenapa aku masih belum menemukanmu..?

Apa kau tahu… aku selalu memikirkanmu, mencarimu.

Aku seperti orang gila yang mencari bayanganmu di sekolah ini.

Hari inipun aku masih mencarimu.

Sekarang aku masih duduk di bangku taman belakang.

Taman ini dipenuhi bunga yang begitu indah.

Udaranyapun sejuk… Hhhmmm segarnya..

Aku berharap dapat menikmatinya bersamamu.

Apa kau tahu banyak kejadian aneh yang kutemui.

Sekarang aku mempunyai teman yang aneh.

Kau akan tertawa ataupun kesal bila melihatnya.

Ya… terkadang dia sedikit jahil.

Namanya Key… dia selalu…

Kau jangan cemburu dulu ya.. hehehehhe…

Dia selalu memelukku diam-diam.

Tentu saja aku tidak terima, karena yang boleh memelukku hanya kamu.

Sudahku bilangkan kau jangan marah dulu.

Hehehehe narsis banget y.. ^-^

Ya… aku tahu kau pasti tidak peduli aku dipeluk siapa.

Tapi tenang saja, aku bisa menjaga diriku.

Setiap kali dia memelukku aku pasti menghajarnya.

Dan sepertinya tidak lama lagi dia akan geger otak karena sering kujitak.

Hehehehe… sadis ya..

Aku sudah pernah ceritakan..

Itu loh yang aku jadi salah satu penguasa.

Tiap hari ada saja kejadian yang membuatku harus ribut dengannya.

Ya.. siapa lagi kalau bukan si Smile Killer.

Dan entah kenapa beberapa hari ini dia selalu tersenyum melihatku.

Awalnya dia tersenyum dan akhirnya kau tahu apa..

Ya.. kau benar, selalu berakhir dengan keributan.

Kenapa dia selalu mencari ribut denganku sech..??

Kemarin saja dia ribut denganku karena hal sepele.

Dia menyindirku secara tidak langsung.

Karena tidak bisa menertibkan anak kelas Spesial saat makan di kantin.

Dia bilang kami berisiklah, tidak tahu tata karma dalam makanlah.

Pokoknya dia benar-benar ME-NYE-BAL-KAN.

Tentu saja kami murid kelas Spesial tidak terima.

Kau tahu apa yang dilakukan Key..

Dengan PeDenya dia memainkan alunan musik dengan peralatan makan.

Kemudian anak Spesial yang lainpun mengikutinya.

Nggak tahu kesambet setan apa, dia mulai bernyanyi dan menari di atas meja.

Dia menyanyikan lagunya yang berjudul Ring Ding Dong.

Kemudian menggoyang-goyangkan pinggulnya.

Dan saat itu dia benar-benar kelihatan sangat seksi.

Hehehehhe…

Lalu oppa Se7enpun bergabung.

Ya.. mereka menari dan benyanyi.

Murid kelas Elite yang melihat kami menghancurkan kantin hanya terbengong-bengong.

Dan kau tahu apa yang dilakukan Si Smile Killer itu.

Dengan santainya dia melanjutkan acara makannya.

Lalu menyuruh Kim Hyung Joong untuk merekam aksi kami lewat HP canggihnya itu.

Kupikir dia akan menjadikannya bukti untuk melaporkan kami ke Kepsek.

Tapi tenyata tidak..

“Apa kau tidak mendengar bel waktu istirahat sudah selesai!” ucap seseorang. So Eun yang kaget mengangkat kepalanya lalu berkata, “Kau sendiri kenapa tidak masuk ke kelasmu, wakil ketua OSIS”. Lalu Kim Bum pun tersenyum dan berkata. “Aku lebih tertarik berada di sini denganmu ketimbang belajar di kelas” lalu diapun duduk berhadapan dengan So Eun. So Eun yang kaget dengan pengakuan Kim Bum berkata, “Apa kau merayuku Bummie..?”. “May be..!” jawab Kim Bum dengan senyum jahilnya. “Berhenti tersenyum kepadaku..! Kau membuatku..!!” ucap So Eun tanpa melanjutkan kata-katanya. “Membuatmu jadi salah tingkah, betulkan.. hehehe..!” ucap Kim Bum dengan PeDenya. “Huh..!! Kau membuatku jijik tahu. Laki-laki yang sering tersenyum sepertimu sama sekali tidak menarik di mataku..!” ucap So Eun sambil menatap tajam ke mata Kim Bum dan kembali melihat diarinya. “Menjijikkan dan tidak menarik dimatamu..!” ucap Kim Bum yang mengulangi perkataan So Eun, rupanya harga dirinya sangat terluka mendengarkan hal tesebut.

So Eun yang memegang diarinya tekejut saat Kim Bum sudah duduk diatas meja di depannya. Mukanya dekat sekali dengan So Eun, So Eun yang kaget berkata, “Mau ap..” sebelum So Eun melanjutkan kata-katanya. Ternyata Kim Bum telah menciumnya, tatapannya menakutkan sekali. So Eun berusaha melepaskan ciumannya, dia berusaha memukul Kim Bum, namun usahanya tidak berhasil karena Kim Bum menahan kedua pergelangan tangannya. So Eun berusaha mengerakkan kakinya, namun sayang kakinya terhalang meja, untuk berdiri saja dia susah karena posisinya kurang menguntungkan. Kim Bum yang duduk di meja menekan So Eun yang duduk di bangku itu untuk tetap diam di tempatnya. Dalam hatinya So Eun berkata, “Berengsek..!! Apa kau sudah gila..!” So Eun pun menggigit bibir Kim Bum hingga berdarah, berharap Kim Bum segera menyingkir, namun Kim Bum masih saja menciuminya dengan kasar. Kim Bum malah menggigit balik bibir So Eun agar mulutnya lebih terbuka. “Berengsek..!! Apa yang harus kulakukan? kenapa aku tidak berdaya melawannya?”. So Eun terus saja menggigit bibir dan lidah Kim Bum yang bermain di mulutnya. Namun, Kim Bum terus saja menciuminya dengan kasar. Setelah puas, Kim Bum berdiri dan berkata, “Ternyata kau gadis yang liar ya Eunnie..!!” ucapnya sambil mengelap darah di bibirnya dengan jempolnya. “KAU… BERENGSEK..!” teriak So Eun sambil melempar diarinya ke arah Kim Bum. Air mata mulai jatuh di pipi So Eun yang halus itu.

Kim Bum yang melihatnya mulai berjalan mendekati So Eun. Namun, So Eun refleks berjalan mundur dan berlari meninggalkan Kim Bum. “Aaahh… apa yang telah kulakukan, aku pasti sudah gila..!” ucap Kim Bum sambil meninju meja di bawahnya.

*****

So Eun yang sudah membersihkan mulutnya di toilet tadi, kembali ke kelas dan meminta izin untuk pulang cepat. Di rumah tidak ada siapa-siapa, hanya pembantunya yang heran melihat nonanya pulang cepat. Ayahnya tentu saja masih di kantor, ibunya juga masih di butik miliknya, dan oppanya belum juga pulang dari tugas di luar kota. So Eun yang masuk ke kamarnya menangis sejadi-jadinya di tempat tidurnya. “Kim Bum berengseeekkkk…!!” teriaknya. “Kenapa kau melakukan hal ini kepadaku, itu ciuman pertamaku. Berengsek…!! Kyo..!! Maaf..!!” ucapnya sambil menangis. So Eun terus saja menangis sampai akhirnya dia tertidur. Orangtuanya yang pulang malam menanyakan keberadaan So Eun. “Nona So Eun sejak jam 11 siang tadi belum keluar-keluar dari kamarnya, Nyonya..!! Saya sudah memanggilnya untuk makan malam, tetapi tidak ada jawaban dari kamarnya!” ucap pembantu mereka. “Dia pulang cepat? Ada apa ini?” khawatir ibunya. “Tadi tuan muda Se7en menelepon, menanyakan keadaan nona So Eun, tuan muda berkata nona minta izin pulang cepat karena kurang enak badan” jelas pembantu mereka. “Ya sudah, biarkan So Eun istirahat..!” ucap ayahnya.

*****

Pagi harinya So Eun bangun dengan mata bengkak + bekas genggaman tangan Kim Bum di kedua pergelangan tangannya. Hari itu dia tidak ingin ke sekolah. Suasana hatinya masih kacau. Saat dia melihat dirinya di cermin, tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamarnya.

“So Eun..!! So Eun…!! Bangun nak..!!” panggil ibunya. Lalu So Eun pun membukakan pintu kamarnya.

“Eomma hari ini aku tidak ke sekolah ya..!” pinta So Eun yang berdiri di pintu kamarnya.

“Kenapa? Kamu masih sakit?” tanya ibunya yang memegang kening anaknya.

“Tidak eomma, aku hanya kurang enak badan..!” jelas So Eun.

“Apakah ada sesuatu yang terjadi?” tanya ibunya lagi saat melihat mata anaknya bengkak.

“Tidak ada apa-apa eomma, aku baik-baik saja!” jelas So Eun

“Baik kalau begitu kamu cuci muka lalu turun, kita sarapan bersama, dari kemarin kamu belum makankan!!” ajak ibunya.

“De..!” jawab So Eun.

Di sekolah, anak-anak satu sekolahan keheranan melihat Kim Bum yang dari tadi duduk di sofa yang ada di koridor tengah, koridor yang menghubungkan koridor Elite dan Spesial. Matanya memperhatikan setiap murid kelas Spesial yang berdatangan dari pintu belakang.

Para murid bertanya-tanya apa yang sedang dia lakukan, terlebih lagi murid kelas Spesial yang merasa diawasi, berbisik-bisik satu sama lain menduga-duga apa yang sedang di lakukan wakil ketua OSIS itu.

“Hey Kim Bum..! apa yang sedang kau lakukan?” tanya Min Ho yang datang bersama Hyung Joong dan Kim Joon.

“Bukan urusanmu!” ketus Kim Bum.

“Apa? Hei dengar ya! Aku tidak peduli kau mau melakukan apa di sini, tapi bisakah kau berhenti memandangi murid-murid kelas Spesial. Kau jangan mencari masalah pagi-pagi ya!” kesal Min Ho dengan sikap Kim Bum yang seperti itu.

“Mulutmu kenapa Bummie?” celetuk Hyung Joong yang melihat bibir Kim Bum yang luka-luka.

Baru saja Min Ho menasehati Kim Bum ternyata para penguasa telah berkumpul dan berdiri di depan mereka.

“Apa yang kau lakukan? Apa rencanamu?” tanya Ki Bum dengan tegas tanpa basa-basi.

“Bukan urusanmu!” ketus Kim Bum yang masih saja duduk di sofa sambil sesekali melihat pintu belakang.

“Hei Min Ho..! apa yang pengurus inti OSIS rencanakan terhadap murid kelas Spesial” tanya Se7en

“Tidak ada..!” Kalian penguasa tidak perlu cemas!” jelas Min Ho.

“Lalu apa yang dilakukannya?” tanya Ki Bum yang mengarahkan matanya ke Kim Bum.

Tiba-tiba Bi Dam datang.

“Sedang apa kalian disini? Apa kalian tidak mendengar bunyi bel tanda pelajaran telah dimulai. Cepat kembali ke kelas masing-masing!” perintah Bi Dam.

“Pak..! ini surat sakit So Eun!” jelas Se7en sambil menyerahkan surat yang diterimanya dari eommanya So Eun.

“Baik, terima kasih. Sekarang kalian kembali ke kelas!” perintah Bi Dam.

Kim Bum yang mendengar kalau So Eun sakit menjadi semakin merasa bersalah. Seharian itu dia benar-benar tidak konsentrasi pada apapun. Teman-temannyapun heran melihatnya.

*****

Keesokan harinya, So Eun sudah masuk sekolah. Dia tidak ingin membuat orang rumahnya khawatir dengan keadaannya. Meskipun dengan tubuh yang masih lelah, karena kemarin seharian penuh dia melatih ilmu beladirinya. Dia merasa tidak berdaya menghadapi Kim Bum mungkin karena dirinya kurang latihan beberapa hari ini.

Saat jam istirahat, seorang cowok dengan tenang berjalan melewati lorong sayap timur lantai 1 sekolah tersebut. Dia berjalan terus, meskipun para murid kelas Spesial memandanginya dengan seribu tanya, mereka bahkan berkata, “Bagaimana bisa murid kelas Elite memasuki kawasan kelas Spesial!”. Kim Bum tidak mempedulikan hal itu, dua hari yang lalu saja dia telah memasuki taman belakang  yang termasuk kawasan kelas Spesial, bedanya saat itu hanya dia dan So Eun yang mengetahuinya, namun kali ini sangat berbeda, semua murid mengetahuinya. Saat dia melihat plat Kelas 1.F di atas pintu itu, tanpa ragu-ragu diapun masuk ke kelas tersebut. Sontak saja seisi kelas kaget melihat kedatangannya. So Eun yang lagi asyik membaca buku biologi, terkejut saat menyadari orang yang berdiri di samping mejanya adalah Kim Bum. Tidak sampai 3 detik So Eun melihat Kim Bum, dia langsung memalingkan wajahnya dan melanjutkan kegiatan membacanya tadi. Kim Bum yang melihat sikap cuek So Eun langsung berkata, “Ada yang ingin kubicarakan denganmu!”. Namun So Eun masih saja cuek dan tetap membaca bukunya. “Kim So Eun ada yang ingin kubicarakan denganmu!”. Namun, So Eun masih tetap diam seribu bahasa. Kim Bum yang mulai kesal karena dicuekin, menarik tangan So Eun sambil berkata, “Ayo ikut aku!”. “Lepaskan!” teriak So Eun yang telah berdiri sambil menarik tangannya. “Tidak ada yang perlu dibicarakan!” lanjut So Eun. Saat Kim Bum hendak menarik tangan So Eun lagi, ternyata Key telah berdiri di antara Kim Bum dan So Eun.

“Mau apa kau?” kesal Kim Bum karena dihalangi Key.

“Apa kau tuli? So Eun sudah bilangkan kalau tidak ada yang perlu dibicarakan denganmu!” lanjut Key.

“Minggir!” perintah Kim Bum.

“Anide..!” tolak Key.

“Kau…!” sebelum Kim Bum melanjutkan kata-katanya terdengar teriakkan dari seorang cowok di depan pintu kelas tersebut.

Apa yang kau lakukan disini!” teriak Se7en.

Rupanya Se7en dan Ki Bum datang setelah ditelepon murid Spesial kelas 1 lainnya.

“Bukan urusanmu!” balas Kim Bum

“Kau..!” teriak Se7en yang marah, menarik kerah baju Kim Bum dan hampir saja melayangkan tinjunya jika tidak mendengar teriakan Min Ho.

“Hentikan!” teriaknya. “Apa kalian ingin dikeluarkan karena melakukan tindakan pengeroyokkan!” lanjutnya lagi, disusul dengan kedatangan Hyung Joong dan Kim Joon.

“Kau bilang, kami penguasa tidak perlu cemas! Lalu apa ini?” teriak Ki Bum. “Sekarang juga jelaskan kenapa seorang wakil ketua OSIS bisa berada di kelas Spesial?” teriaknya lagi.

“Sudah kubilangkan ini tidak ada urusannya dengan kalian!” ucap Kim Bum dengan tenang.

“Kau..!!” teriak Se7en dan Ki Bum bersamaan yang marah dengan sikap Kim Bum yang dingin itu.

“Ini tidak ada hubungannya dengan kelas Spesial ataupun kelas Elite, dengan penguasa ataupun pengurus inti OSIS! Aku kesini karena ada yang ingin kubicarakan dengan Kim So Eun..!” jelas Kim Bum dengan santai.

“Sudah kubilang, tidak ada yang perlu dibicarakan..!” jelas So Eun saat semua orang menatapnya ketika Kim Bum menyebut namanya.

“Bagaimana dengan ini?” tanya Kim Bum sambil menunjukkan diary So Eun yang dilempar So Eun waktu itu.

“Itu..! kenapa bisa ada padamu?” tanya Se7en yang heran diary So Eun ada pada Kim Bum.

“Apa kau ingin membicarakan hal ini disini?” tanya Kim Bum dengan sedikit mengancam So Eun.

So Eun pun menghampiri Kim Bum, lalu ‘Plaaakkk..!’ terdengar suara tamparan yang begitu keras mendarat di pipi mulus Kim Bum. Semua murid yang melihat kejadian itu kaget setengah mati.

“Itu jawaban dariku!” ucap So Eun dengan dingin.

Bel tanda waktu istirahat selesai, memecah keheningan suasana di kelas itu. Saat semua orang masih mematung dengan kejadian itu, Kim Bum berkata, “Gomawo!” lalu diapun berbalik dan pergi menuju kelasnya. Kim Joon yang masih terkaget-kaget mengajak Min Ho dan Hyung Joong meninggalkan kelas itu.

“Nanti kau harus menjelaskan soal ini kepadaku So Eun!” kata Se7en seraya mengajak Ki Bum keluar dari kelas itu.

So Eun hanya diam dan kembali duduk di tempatnya. Teman-temannya yang mulai sadarpun kembali ke kursi masing-masing.

Kq Kim Bum bilang terima kasih setelah di tampar So Eun sech,,!! Aneh..! Tapi pasti ada alasanna kq..!!

Trz kira2 gmn y klanjutan hubgn So Eun n Kim Bum..???? ♥-♥

Nah.. segitu aja dulu..!! Penasaran..?? Sabar aj dulu..🙂

Ntr d postingin lg koq..!! hehehhhehhe….!! ♥-♥-♥

Semakin bnyk yg ninggalin jejak pmbca entah itu kritik, saran n pujianna (hehehehe narsis amt y.. ♥-♥!!)

semakin cpt pula part 5 na d postingin..!! OKE…!!! ♥😀

18 responses

  1. Waahhhh….
    Apa iia klnjtannya,, pnasaran bgd niii,, jgn lama” iia……
    Kim bum udh naksiirr tuch ama so eun,, tpi so eun.ny masii cuek tuch tapi aku suka,, cewe emang hrs kyk gtu…hahahhhaaaa:D..

    04/02/2011 pukul 12:12 pm

    • iya2… hehehehhe…😀
      se7… hehhehehhe…😀

      04/02/2011 pukul 3:28 pm

  2. owni

    yaw, bkan firstt coment, but, its ok
    tmbh keren aja crita’a, sldritas msng2 kubu kuat bnget ya, gak sbar bca partt slnjut’a, hhhe

    09/02/2011 pukul 4:14 pm

  3. Sary aj0w

    aQCintaaaaa bumss0o0o..ehehe cinta auth0r jga de..fightiing

    27/03/2011 pukul 3:57 am

  4. bismania luph bumsso

    jeleeeeeeeeeeeeeeeeeekkk,……………………………….

    01/05/2011 pukul 7:43 am

  5. ambar

    aaaa kim bum jantan gua suka gaya loe. . . . . . . .biasanya brawal dri ciuman bsa tmbuh cinta gmn dngan bumsso y. . .lanjut lg. . . .

    25/10/2011 pukul 1:03 pm

  6. kim so hyun

    kyaaaaaaaa…

    soeun kereeeeennn…suka banget pas soeun nampar kimbum..haahaha

    tp lbh bagus lg si kimbum dihajar habis2an..enak aja main cium paksa soeun..
    (peace..kbawa emosi)

    26/01/2012 pukul 1:31 pm

  7. i like you ….

    09/02/2012 pukul 6:45 am

  8. hwaaaaaaaaaaa…….critanya makin kren, mkin menarik, N mkin bikin penasaran ma kelanjutannya. 4 thumbs buat author… =D

    14/05/2012 pukul 8:20 am

  9. Eridha

    Keren baget, ceritannya menarik

    07/08/2012 pukul 4:15 pm

  10. anizza

    Wah Kim bum berani sekali cium so eun trz kyo tu co y??”’

    08/08/2012 pukul 12:28 pm

  11. cucancie

    Kyaaa….penasaran…penasaran…

    12/09/2012 pukul 7:29 am

  12. LorenBumssoLovers

    ppplllaaakkkk….
    oppa ditampar unnie😦

    inilah yang dinamakn benci jadi cinta
    heheheh… wkwkwkwk🙂😀

    author, kkeerrreeennn🙂

    19/10/2012 pukul 1:56 pm

  13. luthfiangelsso

    Itu soeun nulis diary buat siapa sih ??
    Sumpah penasaran !

    30/01/2013 pukul 1:58 pm

  14. Rahmie mamierizky

    Saya bela belain mengabai kan pekerjaan rumah demi ff ini wah sungguh sangat teramat sangat menarik,,, chukke Author

    16/05/2013 pukul 4:25 pm

  15. Thankfulness to my father who stated to me on the
    topic of this blog, this website is really remarkable.

    21/06/2013 pukul 3:50 am

  16. Penasaran nantinya kaya gimana ya?? -_- fightingg author😀

    24/12/2014 pukul 8:25 pm

Jangan lupa komennya..!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s